Karimun (HK) - Dinas Kesehatan Karimun telah memantau tujuh orang yang diduga suspect virus corona. Satu orang masuk dalam pengawasan. Dari tujuh orang yang dipantau itu, ternyata 1 orang merupakan WNI yang pernah diobservasi di Natuna. Namun, semua yang dipantau dan diawasi itu telah melewati masa observasi dan dinyatakan negatif corona.
“Sejak merebaknya kasus corona, kami telah memantau 7 orang yang diduga suspect virus corona. Diantara tujuh orang itu, terdapat 1 orang warga Karimun yang pernah diobservasi di Natuna. Dia bagian dari 238 WNI yang diobservasi disana. Dia sudah berkumpul bersama keluarga, karena memang tidak sakit,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, Rabu (4/3/2020)
Rachmadi mengatakan, diantara tujuh orang yang dipantau itu, orang yang pertama kali dipantau adalah seorang balita yang turun dari kapal asal Malaysia. Saat itu, suhu tubuh bayi diatas 38 derjat celcius. Namun, setelah dilakukan observasi ternyata bayi itu tidak menunjukkan gejala seperti corona.
Kedua, adalah seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang kebetulan direktur salah satu perusahaan shipyard yang baru saja dilaunching Bupati Karimun di kawasan Meral belum lama ini. Setelah dipantau, ternyata WNA inisial L ini juga dinyatakan negatif virus corona.
Ketiga, adalah warga Karimun usia 20 tahun yang saat itu baru pulang dari Cina. Begitu sampai di Karimun dia mengalami demam. Dinas Kesehatan Karimun langsung mendatangi rumahnya di kawasan Baran. Dinkes kemudian mengambil langkah cepat, warga tersebut kemudian di karantina di rumahnya sampai masa observasi habis.
Kemudian, ada tiga orang TKI yang baru pulang dari Malaysia. Ketiganya sempat dipantau juga karena memiliki suhu diatas 38 derjat celsius ketika melewati thermal scanner yang dipasang di pelabuhan internasional Karimun. Setelah dipantau dan tidak menunjukkan gejala corona, mereka akhirnya dinyatakan negatif.
Kemudian, terakhir adalah WNI asal Karimun yang pernah diobservasi di Natuna. Setelah kepulangannya ke Karimun, dia kembali dipantau oleh Dinas Kesehatan. Selama pemantauan, yang bersangkutan memang tidak pernah menunjukkan gejala corona. Sebab, selama diobservasi di Natuna, semuanya dinyatakan sehat.
“Setelah yang bersangkutan pulang ke Karimun tetap kita pantau terus. Selama 14 hari, kita melakukan karantina rumah. Selama pemantauan itu, dia memang tidak pernah menunjukan gejala sakit. Namun, kita tetap menjalankan prosedur. Alhamdulillah karena dia memang sehat jadi tak ada masalah,” jelasnya.
Selain memantau 7 orang yang dicurigai suspect corona, Dinas Kesehatan Karimun juga mengawasi satu orang yang juga dianggap suspect corona. Pasien bahkan pernah diisolasi di RSUD Muhammad Sani. Dinas Kesehatan juga melakukan tes kepada yang bersangkutan dan dikirim ke Puslitbangkes Kementerian Kesehatan.
Warga yang diawasi itu yang belakangan dikenal dengan Mr X usia 28 tahun merupakan warga Rangsang. Pasien tersebut datang dari Malaysia ke Karimun pada 30 Januari lalu. Namun, yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala demam sehingga tidak terdeteksi oleh thermal scanner. Namun, sewaktu di Malaysia dia pernah mengalami demam tinggi dan sempat minum obat penurun panas.
Pasien bekerja sebagai cleaning service di mall Malaysia dan sebelumnya memiliki riwayat penyakit TB. Pasien sudah bekerja di Malaysia selama 3 bulan. Pasien masuk ke IGD RSUD M Sani pada Jumat, 7 Februari 2020 lalu. Saat masuk IGD, yang bersangkutan memiliki suhu 39 derjat celsius.
Dinas Kesehatan kemudian mengambil sampel pasien dan mengirimnya ke Puslitbangkes, Kementerian Kesehatan di Jakarta. Hasilnya, pasien tersebut dinyatakan negatif corona. Setelah dinyatakan negatif, pasien kemudian dipindahkan ke ruang lain karena dia juga memiliki riwayat penyakit TBC. (ham)

