by

Begini Kronologi Tenggelamnya KLM Bintang Abadi Muatan 4.800 Sak Semen di Durai

KARIMUN (HK) - Penyidik Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun telah memeriksa nakhoda, juru mudi dan KKM kapal kargo KLM Bintang Abadi GT 109 muatan 4.800 sak Semen Padang yang tenggelam di perairan Pulau Tikus, Kecamatan Durai, Selasa (25/2/2020) lalu.

“Kami telah memeriksa nakhoda, juru mudi dan KKM kapal Bintang Abadi. Dari keterangan nakhoda kapal, penyebab tenggelanya kapal tersebut akibat cuaca buruk,” ungkap Kepala Seksi Patroli KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Teuku Faisal di ruang kerjanya, Kamis (5/3/2020).

Teuku Faisal menjelaskan kronologis kejadian menjelang detik-detik kapal tersebut, insiden KLM Bintang Abadi menabrak kapal sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, yang menjaga kapal adalah juru mudi. Sementara, nakhoda kapal tertidur di kamarnya yang berada di anjungan kapal.

“Hanya sekitar 5 menit menjelang kapal itu menabrak karang, nakhoda kapal terbangun. Dia melihat kondisi kapal masih aman. Namun, ketika dia melihat air pembuangan ke laut tidak jalan, turunlah dia ke kamar mesin. Dia melihat pompa dan membangunkan KKM. Sementara, yang jaga mesin lagi BAB pula. Mungkin situasi lagi apes saat itu,” ujar Teuku Faisal.

Dari kamar mesin, nakhoda kembali lagi ke ruang kemudi. Namun, dia melihat kapal ada menabrak sesuatu. Haluan kapal saat itu sudah terangkat ke atas. Begitu dia berusaha memundurkan kapal sudah tak bisa lagi, karena kapal sudah menyangkut ke karang. Kemudian, awak kapal memeriksa bagian dek, kemudian ke palka ternyata di bagian lambung sebelah kiri sudah bocor.

“Hanya dalam hitungan menit, air sudah masuk ke dalam lambung kapal terus masuk ke bagian palka tempat muatan kapal. Ketika air menghantam semen, tentu saja semen cepat membatu. Air terus memenuhi lambung hingga haluan makin terangkat ke atas, sementara buritan sudah tenggelam sampai ke dasar lautan,” jelasnya.

Teuku Faisal menyebut, kedalaman laut di perairan Pulau Tikus sekitar 12 meter. Dengan kedalaman seperti itu, maka buritan kapal tenggelam hingga dasar lautan. Sementara, haluan kapal masih muncul diatas permukaan laut. Lambung kapal sudah menyangkut ke batu karang. Muatan kapal masih tertahan di dalam palka, namun semen tersebut sudah membatu.

“Tim kami sudah menerjunkan penyelam untuk melihat kondisi kapal tenggelam. Dari laporan tim penyelam, buritan kapal sudah kandas sampai menyentuh dasar laut. Namun, haluan masih muncul ke atas permukaan. Karena, kedalaman air laut di sekitar perairan Pulau Tikus hanya sekitar 12 meter,” katanya lagi.

Dikatakan, meski penyebab KLM Bintang Abadi tenggelam karena faktor cuaca yang buruk. Namun, ada unsur kelalaian juga dalam peristiwa itu. Sebab, juru mudi yang saat itu piket menjaga kapal tidak memperhatikan Global Positioning System (GPS). Sehingga, dirinya diduga tidak mengetahui kalau alur yang dilewati ada karang.

“Tadi pagi kami sudah rapat membahas soal kasus kecelakaan kapal kargo KLM Bintang Abadi ini, selain faktor cuaca juga ada unsur kelalaiannya. Kami tetap akan melaporkan masalah ini ke Mahkamah Pelayaran. Nanti seperti apa prosesnya biar mahkamah yang memutuskan,” ungkap Teuku.

Menurut dia, selain memeriksa awak kapal, penyidik juga telah meminta keterangan pemilik kapal kargo KLM Bintang Abadi tersebut. Pemilik kapal tidak mempermasalahkan terjadinya insiden itu. Dia hanya akan mengangkat bangkai kapal, kemudian dievakuasi dan dilakukan docking.

“Pemilik akan mengangkat bangkai kapal tersebut menggunakan balon yang sengaja didatangkan dari Batam. Saat proses pengangkatan, disana sudah disiagakan satu unit kapal ukuran besar. Kapal itu difungsikan untuk menarik balon yang diikatkan ke bangkai kapal dan juga untuk memindahkan muatannya,” jelasnya.

Kapal Layar Motor (KLM) Bintang Abadi muatan 4.800 sak semen tenggelam di perairan Pulau Tikus, Kecamatan Durai, Selasa (25/2/2020) sekitar pukul 05.30 WIB. Tenggelamnya kapal kargo jenis kayu tersebut diduga akibat menghantam terumbu karang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, semua awak kapal dinyatakan selamat.

Seluruh awak kapal, merupakan warga Selatpanjang, Riau. Semua awak kapal sudah pulang ke kampung halamannya satu hari setelah insiden kapal tersebut tenggelam. Mereka dievakuasi ke gudang karet milik Atek di Tanjungbatu, Kundur. Pemulangan awak kapal dibantu Danposmat TNI AL, Tanjungbatu, Peltu Pom Zainul. (ham)

News Feed