BINTAN (HK) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi terus menerus di wilayah Bintan tak pernah luput dari tim satgas karhutla. Tak hanya satgas, wakil rakyat di DPRD Bintan pun berupaya memberikan perhatian terhadap hal itu.
Usaha yang akan dilakukan untuk mengalokasi sedikit anggaran demi menambah kebutuhan operasional petugas yang sering berjibaku dengan kebakaran seperti petugas Damkar.
Komisi II DPRD Bintan sebagai mitra kerjanya berencana akan menambah anggaran untuk petugas damkar menjadi Rp 4 miliar pada tahun 2021 mendatang. Saat ini, Damkar hanya dialokasi Rp 2 miliar lebih.
“Jadi kita akan menambah anggaran Damkar Bintan menjadi Rp4 miliar lebih tahun depan,” kata Indra Setiawan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Bintan, Kamis (5/3).
Komisi II kata pria yang akrab disapa Een itu, sudah pernah mengunjungi UPT Damkar Toapaya di Jalan Raya Km 20 Gesek Desa Toapaya Selatan, Selasa (3/3) kemarin.
“Ya kita cek lah armada dan prasarana lainnya waktu itu,” kata Een.
Ia berharap, petugas Damkar tetap memberikan yang terbaik untuk bertindak bila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
Sementara itu, Kepala UPT Damkar Toapaya, Nurwendi mengatakan, daerah Toapaya merupakan daerah yang sering terjadi kebakaran. Meski begitu, kata dia, pihaknya tak pernah lelah melaksanakan tugas.
Disinggung soal kunjungan DPRD kemarin, Nurwendi menyampaikan, sebagai bentuk mempererat silaturahim sekaligus melakukan pengecekan kesiapan armada dan personil Damkar.
“Semoga saran dan masukan dari DPRD Bintan kemarin dan penambahan operasional tahun 2021 nanti bisa memberikan semangat kerja tim Satgas Damkar Toapaya. Karena di wilayah Toapaya dan sekitarnya sering terjadi kebakaran ulah oknum tak bertanggungjawab,” kata Nurwendi.(oxy)
