Barelang (HK) - Selain meninjau penangkapan 5 kapal ikan asing (KIA) ilegal yang ditangkap petugas PSDKP Batam, Menteri KKP RI, Edhy Prabowo, meninjau perusahaan ekspor rumput laut.
Dalam tinjauan itu pun seorang pengusaha dari PT Kencana Bumi Sukses yang berada di Jembatan II Barelang mengeluhkan keterbatasan lahan.
Kepada Menteri KKP RI, Wahyudi Pirdaus, pengusaha rumput laut itu mengakui jika keterbatasan lahan saat ini masih umum diperuntukan pengembangan pemukiman.
“Saya cuma ngadu ke Pak Menteri soal lahan agar bisa dijadikan peruntukan industri,” katanya usai bertemu Menteri Edhy Prabowo.
Ia juga mengatakan, hal itu tentu pengelolaan rumput laut di Barelang ini bisa menaikkan nilai ekonomis tentu bisa lebih tinggi.
Menurutnya, usaha ekspor rumput laut ini sangat membantu ekonomi rakyat nelayan di Barelang.
“Tiap bulan rata-rata kita ekspor 200 ton ke Cina dan Vietnam,” katanya lagi.
Sementara itu, Menteri Edhy Prabowo mengatakan, akan membantu soal lahan dengan memberitahukan kepada pemerintah daerah. Karena usaha rumput laut telah berkontribusi pada perekonomian nelayan.
“Kita akan bantu dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Edhy.
Dikatakan Edhy, dulu rumput laut ini tidak laku, tentunya dengan usaha tersebut ada nilai dengan ekspor. (ded)
