by

Warga Desa Sebele Karimun Mulai Tanam Sayur dengan Pola Hydroponik

Karimun (HK) - Warga Desa Sebele, Kecamatan Belat yang selama ini menanam sayur dengan cara-cara sederhana, belakangan mulai beralih menggunakan pola hydroponik.

Sebenarnya, bagi kebanyakan orang, menanam sayur dengan pola hydroponik bukanlah hal baru. Namun, bagi masyarakat Desa Sebele yang notabene masyarakat hinterland Karimun, bertanam sayur dengan cara itu tentu saja patut diacungi jempol.

Kepala Desa Sebele, Latif mengatakan, menanam sayur dengan pola hydroponik secara resmi baru dilakukan warganya sejak 2019 ini. Latif malah mengucurkan dana sebesar Rp88.206.000 melalui Dana Desa 2019. Dana tersebut dibagi dalam 10 kelompok tani.

“Kami mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp88.206.000 untuk pengembangan bercocok tanam sayur dengan cara hydroponik sejak 2019. Dana sebesar itu dibagi ke dalam 10 kelompok,” ungkap Latif, Jumat (6/3/2020).

Latif menyebut, jenis sayuran yang biasa ditanam dengan pola hydroponik yakni Sawi Jepun, Sawi Hijau, Sawi Putih dan Seledri.

“Rata-rata masa tanam yang dimulai dari pembenihan sampai panen dibutuhkan waktu sekitar 30 hari,” ujarnya.

Camat Belat, Aribowo Hadisubroto menyambut baik langkah Kades Sebele, Latif yang mengalokasikan dana desa untuk pengembangan perkebunan sayur menggunakan sistem hydroponik kepada 10 kelompok tani di desanya tersebut.

“Saya rasa ini langkah yang sangat baik. Kita mendukung upaya Kades Sebele untuk mengembangkan penanaman sayur dengan cara hydroponik. Pola bercocok tanam melalui hydroponik memang sedang berkembang di daerah lain,” kata Bowo.

Menurut dia, banyak manfaat yang diperoleh bercocok tanam dengan cara hydroponik. Salah satunya petani tidak memerlukan lahan yang luas. Sayuran bisa ditanam disamping rumah menggunakan pipa paralon.

Bowo menyebut, hasil panen sayuran warga tersebut selain untuk konsumsi di rumah sendiri, juga bisa dipasarkan dan tentu saha akan menambah pendapatan keluarga. (ham)

News Feed