by

Cuci Tangan Dianggap Sepele, Tapi Jangan Abaikan

Cuci tangan jadi aktifitas yang diharus akhir-akhir ini. Buktinya, hampir di tempat-tempat umum selalu disediakan hand sanitizer. Wastafel di toilet pun kerap diantre orang-orang yang ingin mencuci tangannya. Bisa jadi dalam hitungan beberapa menit sekali Anda bisa mencuci tangan setidaknya 2 kali dengan 6-7 langkah cuci tangan yang tepat.

Kini aktivitas cuci tangan makin digalakkan. Meski demikian, cuci tangan tampaknya masih dianggap sepele. Psikolog Rena Masri pun mengamati ada pengunjung mal yang tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Ada pula yang mengajak anaknya mencuci tangan tetapi hanya ala kadarnya.

Tak dimungkiri mayoritas orang Indonesia belum mencuci tangannya dengan cara yang benar. Menurut laporan Riskesdas, kecenderungan proporsi anak di atas usia 10 tahun mencuci tangan dengan benar baru mencapai 47 persen.

“Mungkin utamanya bagaimana disiplin keluarga [diterapkan]. Mungkin tidak konsisten menanamkannya,” kata Rena, Rabu (4/3).

Dia memberikan contoh anak diminta mencuci tangan sebelum makan. Namun tidak mencuci tangan setelah bermain di luar rumah. Kesadaran cuci tangan pun hanya tumbuh sebagai kegiatan wajib sebelum makan.

Untuk menanamkan kebiasaan cuci tangan yang baik dan benar pada anak-anak, orang tua bisa melakukan beberapa cara. Misalnya, mendampingi anak saat cuci tangan. Di samping itu, anak juga melihat kebiasaan orang tua sehingga jika orang tua memiliki kebiasaan cuci tangan kurang benar, maka sulit jika ingin menanamkan kebiasaan cuci tangan yang benar pada anak. *

(sumber: cnnindonesia.com)

News Feed