Galang (HK) - Pembangungan tempat penampungan penyakit menular yang dikerjakan kontraktor PT Waskita itu menelan biaya anggaran PU Pusat sebesar Rp 400 miliar.
“Saat dihitung-hitung, anggaran yang disiapkan sebanyak Rp 400 miliar karena ini lebih baik dari pada menyiapkan dimasing-masing rumah sakit misalnya,” tegasnya Menteri PUPR RI, Basuki Hadi Mulyono, Senin (9/3/20) ketika meninjau lokasi tersebut.
Ia juga menyampaikan, ada sebanyak 130 lebih rumah sakit yang telah disiapkan dan dananya mingkin akan lebih dari 400 Milliar. ” Dananya langsung dari PU sendiri,” ujarnya singkat.
Masih sambungnya kembali, kenapa tidak ditetapkan di Natuna, karena fasilitas pendukung tak memadai seperti trasportasi ketika ombak besar kapal. Jadi tak bisa berlayar dan persedian air juga tidak ada disana.
“Jadi, kalau di Galang ini, kapan pun kita bisa mendarat di Batam dan lokasi ini sangat jauh dari pemukiman meskipun kita terus menjaga,” pungkasnya.
Tapi, disini lebih fokus khsusus untuk observasi, karena kedepan kita tak tahu, karena tak hanya penyakit virus corona tapi seluruh penyakit menular akan disini dan rencananya akan dikelola oleh TNI dengan waktu yang lama.
“Hal ini kita akan laporkan kepada Pak Presiden dengan apa adanya disini,” singkatnya.
Ketika ditanyakan mengenai kawasan wisata, Basuki pun mengatakan, untuk sementara ini tidak ditutup. Kita juga akan siapkan dulu akses sendiri kelokasi observasi. Oleh karena itu, ruang isolasi tidak saling mengganggu.
“Untuk kawasan wisata tak terganggu. Karna kita belum ditutup sementara waktu ini. Kita juga akan siapkan akses sendiri kelokasi observasi. Jadi ruang isolasi tak saling terganggu,” kata dia. (ded)


