Batam (HK) - Setelah Tim Terpadu Kota Batam melakukan penggusuran paksa pasar Induk Jodoh yang kembali ditempati lagi oleh para pedagang sebagai tempat tinggalnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam langsung memagarnya kembali, Selasa (10/3/2020).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, pemagaran itu adalah agar para pedagang itu tidak bisa masuk lagi dan beraktifitas.
Pagarnya langsung pagar beton dan selain itu juga akan dimasukan tanah kebangunan lama pasar tersebut, karena pasar Induk Jodoh itu saat ini sedang dalam proses pembangunan dan semuanya harus clear and clear.
Sebab, saat ini kondisi pasar induk itu sangat tidak layak digunakan, karena bangunan lama pasar itu sudah sangat memprihatinkan, tembok dan tiangnya sudah bolong-bolong.
“Namun masyarakat masih melakukan aktifitas didalamnya. Oleh karenanya kita harus lakukan pemagaran,” ucap Gustian Riau disela-sela pengusuran tersebut.
Ditegaskan Gustian Riau, hal itu adalah berdasarkan hasil rapat dengan Tim Terpadu Kota Batam, bahwa pasar pasar ini harus di bongkar dan dipagar. Sebelum melakukan pengusuran itu pihaknya sudah memasukan surat pemberitahuan, tapi malah para pedagang menolaknya.
“Kemaren sudah dimasukin surat terkait pembongkaran dan pemagaran hari ini tapi mereka menolak, buktinya ada dan juga ada videonya,” tuturnya.
Ditambahkannya, bahwa semua bangunan lama pasar Induk Jodoh itu bakal dirobohkan dan kembali akan dibangun ulang. Saat ini untuk pembangunanya sedang proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungannya (AMDAL) dan Detail Engineering Design (DED).
Jikan nanti semuanya sudah selesai maka akan langsung dilanjutkan pembangunannya, berkemungkinan AMDAL nya itu akan selesai pada November mendatang.
Tujuannya adalah agar pasar itu bagus dan nanti juga bakal kembali diperuntukan untuk para pedagang yang selama ini berdagang disitu, karena semuanya sudah didata.
“Pasar itu akan dibangun 5 lantai dan tidak satupun nanti pedagang yang tidak dapat tempat, Disperindag sudah mendata dan nanti apabila pasar itu sudah siap akan kembali untuk didata,” bebernya. (dam)

