by

Warga Batuaji Serbu Drum Air. Ada Apa Ya?

Batam (HK) - Krisis air yang melanda Batam saat ini disikapi oleh warga dengan memburu drum air. Pasalnya, perusahan air bersih di Batam yakni ATB akan melakukan rationing atau menggilir distribusi air sebagai langkah menghemat air.

Seperti diberitakan sebelumnya, rationing ini akan dilakukan selama 2 hari mati dan 5 hari hidup terhitung mulai, Minggu 15 Maret 2020 mendatang.

Menyikapi kondisi itu, saat ini warga Batuaji mulai membeli drum untuk menampung air selama rationing diberlakukan.

“Hanya siaga saja, Bang. Kita mempersiapkan drum dulu di rumah,” kata Listra, warga Batuaji usai beli drum ukuran 200 liter.

Dengan wacana rationing yang dilakukan ATB, membuat penjual drum laris manis. Pasalnya hampir seluruh masyarakat cari drum dalam menampung ketersedian air di rumah.

“Dalam 5 hari ini bisa jual puluhan drum. Dan memang banyak masyarakat yang cari drum, apalagi rencana mati air ini,” ujar Roki Ginting, penjual drum, Selasa (10/3/20) siang.

Ia juga mengatakan, satu drum bekas berukuran 200 liter dijual dengan harga Rp190 ribu. Dan drum itu didapat dari perusahaan kargo yang ada di Batam.

“Saya hanya menjual untuk kebutuhan masyarakat saja,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, tampak terlihat beberapa warga Batuaji dan Sagulung mendatangi penjual drum yang berada di Lampu merah Simpang Base camp untuk membeli drum dengan berbagai ukuran. (ded)

News Feed