KARIMUN (HK)-Kemarau panjang yang melanda Karimun sejak tiga bulan belakangan ini, mengakibatkan daerah setempat mengalami krisis air bersih. Banyak sumur milik warga yang mengalami kekeringan. Untuk mendapatkan pasokan air bersih, warga terpaksa membeli air yang dijual menggunakan lori.
Dampak kekeringan juga dialami warga di perumahan Taman Mutiara Karimun (TMK). Mereka selama ini mendapat suplai air bersih dari pengembang perumahan tersebut. Air tersebut diperoleh dari sumur yang dibuat pengembang kemudian ditampung dalam tanki, kemudian disalurkan ke rumah warga.
Namun, sejak musim kemarau ini suplai air dari pengembang tersebut mulai tersendat. Warga mulai memikirkan untuk beralih menjadi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun. Sebab, pasokan air bersih dari perusahaan milik pemerintah daerah tersebut tak pernah putus meski di musim kemarau.
“Sejak musim kemarau ini, warga di perumahan kami mengalami krisis air bersih. Selama ini ini warga berlangganan air bersih dari pengembang perumahan, namun belakangan ini suplai air mulai tersendat. Warga akhirnya ingin mencari alternatif lain. Banyak warga yang ingin menjadi pelanggan PDAM Tirta Karimun,” ungkap Muslim, warga TMK, Selasa (10/3/2020).
Muslim menyebut, sudah hampir separuh warga TMK yang ingin menjadi pelanggan TMK. Mereka saat ini sedang mengurus surat pengajuan pendaftaran. Menurut dia, alasan warga yang ingin menjadi pelanggan PDAM Tirta Karimun, hanya ingin rumah mereka tidak pernah putus mendapatkan suplai air bersih.
Direktur PDAM Tirta Karimun, Indra Santo belum lama ini juga berjanji akan menyuplai air bersih ke perumahan TMK yang berada di Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral tersebut. Indra menyebut, jaringan pipa sudah dipasang hanya menunggu penyaluran ke rumah warga disana saja.
“Insya Allah, warga TMK sudah bisa menerima air PDAM. Jaringan pipa sudah kami pasang disana. Hanya tinggal penyaluran ke rumah warga saja. Dalam waktu dekat, kami akan sosialisasikan dengan RT dan warga disana soal pendistribusian air PDAM,” ungkap Direktur PDAM Tirta Karimun, Indra Santo di kantornya, Senin (13/1/2020).
Perumahan TMK salah satu perumahan terbesar di Karimun. Di perumahan itu, setidaknya terdapat 500 unit rumah. Jika seluruh warga di TMK menjadi pelanggan PDAM Tirta Karimun, maka pelanggan perusahaan plat merah milik Pemkab Karimun akan bertambah dari sekitar 8.000 lebih menjadi 8.500 pelanggan.
Indra Santo optimis seluruh warga komplek TMK bakal menjadi pelanggan PDAM Tirta Karimun. Sebab, tarif air yang ditawarkan kepada warga disana sama dengan tarif air untuk kategori rumah tangga biasa, dengan tarif sebesar Rp2.200 per kubik. Selain itu, kualitas air yang disuplai ke pelanggan sangat bersih.
“Ada banyak keuntungan yang kami tawarkan kepada warga TMK yang akan menjadi calon pelanggan PDAM. Pertama, tarif air yang kami jual hanya sebesar 2.200 rupiah per kubik, karena tujuan utama kami adalah untuk membantu mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, kemudian air yang kami suplai sangatlah bersih,” ujar dia.
Kata Indra, air yang akan disuplai ke perumahan TMK berasal dari Danau Sentani, yang merupakan danau bekas galian timah di kawasan Jalan Poros. PDAM Tirta Karimun mulai memanfaatkan air Danau Sentani untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi pelanggan PDAM, seiring bertambahnya jumlah pelanggan.(ham)
