by

Dinkes Karimun Pantau Satu Keluarga, Ada Apa?

Karimun (HK) - Dinas Kesehatan Karimun memantau satu keluarga yang terdiri dari 4 orang karena memiliki gejala seperti corona. Keempatnya pulang dari Malaysia pada 4 Maret 2020 lalu. Satu keluarga itu mengalami demam dan batuk pilek dan sudah menjalani pemeriksaan di Puskesmas Tanjungberlian, Kundur Utara, Selasa (10/3/2020).

“Saat ini kami memantau 4 orang yang pulang dari Malaysia. Mereka ada 4 orang. Keempatnya pulang dari Malaysia pada 4 Maret lalu. Saat pulang mereka masih sehat, namun kemaren (Selasa) mereka mendadak demam dan batu pilek. Jadi kami lakukan karantina rumah,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, Rabu (11/3/2020).

Kata Rachmadi, proses karantina terhadap keempatnya sudah diberlakukan sejak 4 Maret 2020 lalu dan terus berlanjut hingga 14 hari. Artinya, sejak 4 Maret hingga 14 hari lamanya keempat orang itu tidak dibenarkan keluar rumah. Aktivitas mereka terus dipantau oleh Dinas Kesehatan Karimun.

“Memang, keempatnya mengalami demam dan batuk pilek sejak Selasa, tanggal 10 Maret namun kita memberlakukan karantina rumah kepada mereka terhitung sejak kepulangannya dari Malaysia atau sejak 4 Maret hingga 18 Maret mendatang. Mereka hanya dipantau saja dan bukan diawasi,” jelas Rachmadi.

Dijelaskan, salah seorang dari keempat yang dipantau tersebut merupakan tenaga kesehatan. Kemudian, yang bersangkutan menyampaikan ke Puskesmas Tanjungberlian tentang riwayat perjalanan baru kembali dari Malaysia. Kemudian, Puskesmas melaporkan ke Dinas Kesehatan dan dilakukan pemantauan selama 14 hari.

Sebelum memantau 4 orang ini, Dinas Kesehatan Karimun telah memantau tujuh orang yang diduga suspect virus corona. Satu orang masuk dalam pengawasan. Dari tujuh orang yang dipantau itu, ternyata 1 orang merupakan WNI yang pernah diobservasi di Natuna. Namun, semua yang dipantau dan diawasi itu telah melewati masa observasi dan dinyatakan negatif corona.

Rachmadi mengatakan, diantara tujuh orang yang dipantau itu, orang yang pertama kali dipantau adalah seorang balita yang turun dari kapal asal Malaysia. Saat itu, suhu tubuh bayi diatas 38 derjat celcius. Namun, setelah dilakukan observasi ternyata bayi itu tidak menunjukkan gejala seperti corona.

Kedua, adalah seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang kebetulan direktur salah satu perusahaan shipyard yang baru saja dilaunching Bupati Karimun di kawasan Meral belum lama ini. Setelah dipantau, ternyata WNA inisial L ini juga dinyatakan negatif virus corona.

Ketiga, adalah warga Karimun usia 20 tahun yang saat itu baru pulang dari Cina. Begitu sampai di Karimun dia mengalami demam. Dinas Kesehatan Karimun langsung mendatangi rumahnya di kawasan Baran. Dinkes kemudian mengambil langkah cepat, warga tersebut kemudian di karantina di rumahnya sampai masa observasi habis.

Kemudian, ada tiga orang TKI yang baru pulang dari Malaysia. Ketiganya sempat dipantau juga karena memiliki suhu diatas 38 derjat celsius ketika melewati thermal scanner yang dipasang di pelabuhan internasional Karimun. Setelah dipantau dan tidak menunjukkan gejala corona, mereka akhirnya dinyatakan negatif.

Kemudian, terakhir adalah WNI asal Karimun yang pernah diobservasi di Natuna. Setelah kepulangannya ke Karimun, dia kembali dipantau oleh Dinas Kesehatan. Selama pemantauan, yang bersangkutan memang tidak pernah menunjukkan gejala corona. Sebab, selama diobservasi di Natuna, semuanya dinyatakan sehat. (ham)

News Feed