BATAM (HK) - Perusahaan pelayaran yang berada dibawah naungan Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam adakan pertemuan bersama dengan Kepala BP Batam. Rabu (11/3/2020) di Hotel Travelodge Jodoh Batam.
Dalam pertemuan tersebut INSA Batam menyampaikan tentang hambatan yang ada di industri maritim selama ini dan juga pasca adanya isu virus Corona.
“Kita berharap ada perubahan dan penyelesaian hambatan. Sehingga industri maritim bisa berkembang baik dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Batam,” ucap ketua INSA Batam, Osman Hasyim.
Dikatakan Osman, dampak dari virus Corona saat ini sangat dirasakan oleh Industri Kemaritiman di Batam. Salah satunya adalah sektor minyak yang mengalami penurunan harga hingga 42 persen.
Kondisi saat ini, mengigatkan kembali potensi resesi global. Untuk itu, Pemerintah Daerah dalam hal ini BP Batan bisa harus lebih sensitif saat ini.
“Sebab dengan adanya beberapa hambatan oleh adanya kasus Corona ini, akan berpotensi turunnya daya beli dan suplai bahan baku,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan bahwa tentang Peraturan Kepala (Perka) yang dikeluarkan tahun 2018 lalu akan ditinjau kembali dan akan disesuaikan sesuai dengan peraturan menteri perhubungan dan menteri keuangan.
Dengan adanya peninjauan tersebut, nantinya Perka yang baru tidak akan merugikan para pengusaha di pelabuhan dan BP Batam yang merupakan owner pelabuhan.
Pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya virus Corona saat ini tentunya akan ada dan berdampak. Mengingat, karena kapal-kapal yang masuk juga bagian dari membawa barang-barang baku dari industri yang ada.
“Intinya, barang baku yang dari China, maka bahan baku tidak akan bergerak. Maka keagenan dan kegiatan pelabuhan lainnya juga akan terhenti. Kita berharap dalam 2 sampai 3 bulan kedepannya permasalahan virus Corona ini selesai. Sehingga pedagang kota Batam bisa kembali pulih,” harpanya. (dam)
