by

Dewan Desak Bupati Bintan Tinjau Lagi Event TdB

Bintan (HK) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bintan mendesak agar Bupati Bintan Apri Sujadi meninjau kembali pagelaran event Tour de Bintan (TdB) yang rencananya digelar akhir bulan ini.

Indra Setiawan, anggota DPRD Bintan meminta agar Apri meninjau kembali event tersebut. Sebab, beberapa iven-iven besar di Indonesia dibatalkan lantaran khawatir menjadi ‘pintu masuk’ virus corona.

Apalagi, event TdB tahun ini menargetkan kedatangan turia asing lebih dari 1.000 orang. “Toh banyak juga beberapa daerah yang sudah meninjau ulang kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak,” ungkap Indra, Jum’at (13/3) siang.

Rencana hajatan akbar tahunan itu yang tinggal beberapa hari lagi, butuh persiapan matang terutama dalam mencegah masuknya covid-19 ke Bintan. Indra Setiawan menyarankan agar bidang kesehatan melibatkan provinsi dan pusat terkait pengawasan kesehatan peserta TdB nanti.

“Kalau tidak bisa maka sebaiknya kegiatan dibatalkan demi melindungi masyarakat Bintan,” katanya lagi.

Sekali lagi, pria yan akrab disapa Een itu menegaskan agar pemerintah harus memastikan virus corona takkan masuk melalui pelaksanaan TdB tahun ini. Kalau memang persiapan menghadapi itu tak mampu, Ia memastikan kalau pelaksanaan TdB harus dibatalkan demi melindungi warga Bintan dan jangkitan virus corona.

“Kalau kita tidak mampu untuk memantau kehadiran (virus corona) dan khawatir tak mampu melindungi warga Bintan maka sebaiknya batalkan,” sarannya lagi.

Kesehatan masyarakat kata Een paling utama ketimbang hal lain. Disisi lain, Een juga sebenarnya mendukung pelaksanaan event-event besar seperti TdB. Sebab, berimbas juga terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Namun demikian, Ia tetap berpikir bahwa kesehatan masyarakat tetap menajdi nomor satu.

“Mengingat kesehatan masyarakat lebih utama dari segalanya,” kata Een.

Sebelumnya, Bupati Bintan Apri Sujadi secara tegas menyatakan peserta TdB 2020 wajib mengantongi lisensi kesehatan dari negara asalnya yang menyatakan bebas infeksi corona.

“Kami sudah berkoordinasi dan salah satu solusinya, peserta wajib memiliki lisensi dari negara asal, dan lisensi itu dikirimkan ke e-mail oleh peserta sebelum mengikuti iven,” ungkap Apri, Kamis (12/3) kemarin.

Selain itu, pengawasan dengan mendeteksi suhu tubuh menggunakan thermal scanner juga dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari masuknya virus berbahaya itu ke Bintan.

“Kita juga tidak ingin kecolongan dan harus tetap waspada dalam tangani wabah virus corona ini,” kata Apri. (oxy)

News Feed