Karimun (HK) - Dinas Kesehatan Karimun melakukan karantina rumah terhadap 4 keluarga, terkait dugaan suspect corona. Dua keluarga berada di Kundur dan dua keluarga lagi di Pulau Karimun. Untuk Pulau Kundur, kondisinya saat sudah semakin membaik, mereka menjalani karantina sejak 10 Maret 2020. Sementara, untuk Pulau Karimun sejak Jumat (13/3/2020).
“Saat ini, kami sedang mengkarantina 4 keluarga di Karimun. Dua keluarga di Pulau Kundur dan dua keluarga lagi di Pulau Karimun,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi ketika diwawancarai di kediamannya, Sabtu (14/3/2020) siang.
Kata Rachmadi, khusus untuk Pulau Kundur tidak ada keluarga yang dicurigai sebagai suspect atau sebagai orang yang diisolasi. Tetapi, ada beberapa yang sakit namun tidak memenuhi syarat dilakukan isolasi, tetap dilakukan Karantina. Hanya, mereka memang pernah melakukan perjalanan ke Malaysia dan kembali pada 4 Maret 2020.
Selanjutnya, untuk kasus yang di Pulau Karimun karena ada satu orang yang saat ini diisolasi di RSUD M Sani, maka mau tak mau seluruh keluarganya dilakukan karantina rumah. Karantina itu dilakukan sambil menunggu hasil yang sudah dikirim ke Balitbangkes Kementerian Kesehatan, Jakarta.
“Kalau tahu hasilnya negatif, maka kami tidak akan melakukan karantina lagi,” tuturnya.
Dijelaskan, pasien yang masuk dalam status pengawasan dan menjalani isolasi di RSUD M Sani tersebut, baru saja pulang dari Malaysia. Begitu di Karimun yang bersangkutan memiliki tanda-tanda untuk ditetapkan sebagai suspect corona oleh dokter yang berkompeten. Salah satunya, dia memiliki penyakit infeksi paru atau pneumonia.
“Dia juga mengalami demam, namun tidak terlalu tinggi. Selain itu, pasien juga menderita batuk pilek,” jelas Rachmadi.
Rachmadi mengatakan, status pasien saat ini masih dalam pengawasan. Kalau hasilnya tidak negatif, maka nanti akan dikembangkan riwayat perjalanannya seperti apa. Saat ini, baru dilakukan karantina terhadap keluaragnya. Berdasarkan informasi, pasien selama ini juga tidak melakukan perjalanan kemana-mana.
“Sejak pulang dari Malaysia, pasien kebanyakan di rumah. Sehingga, keluarganya yang di rumah kami lakukan karantina,” ujarnya lagi.
Rachmadi menyebut, hingga saat ini Dinas Kesehatan sudah melakukan pengawasan kepada 3 orang pasien dan sudah menjalani isolasi di RSUD M Sani. Sementara, sebanyak 17 orang dilakukan pemantauan. Mereka yang dipantau itu dilakukan karantina di rumah. (ham)

