Batam (HK) - Virus corona (Covid-19) telah menjadi kekhawatiran banyak negara di dunia. Bahkan World Health Organization (WHO) telah resmi menetapkan covid 19 sebagai pandemi. WHO juga telah menyurati Presiden RI untuk segera mengumumkan Darurat Nasional untuk Indonesia. Beberapa negara seperti Italia, New Zealand dan Australia telah mengumumkan status Lockdown untuk menghentikan arus keluar masuknya manusia.
Untuk itu, Andrei Simanjuntak, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mendesak pemerintah Kota Batam ataupun Pemerintah Provinsi Kepri untuk membantu menyediakan hand sanitizer di tempat-tempat ibadah, seperti masjid, gereja, vihara, dan lainnya.
“Tempat ibadah adalah tempat berkumpulnya banyak manusia. Untuk itu sangat perlu disediakan hand sanitizer sebagai upaya pencegahan,” terang Andrei melalui rilisnya pada, Ahad (15/3/2020).
Menurutnya, diperlukan tindakan konkret dari pemerintah daerah.
“Segera sediakan pembersih tangan di setiap tempat beresiko tinggi, seperti di tempat ibadah. Di masjid misalnya, banyak manusia berkumpul, bersalaman, dan lembab karena berwudhu,” jelasnya lagi.
“Kita tahu bahwa penularan virus ini sangat cepat karena adanya bersentuhan tangan atau cairan tubuh yang terlontar. Tetapi sebaliknya, hanya dengan mencuci tangan dengan sabun atau Hand Sanitizer berkadar Alkohol 70% virus itu pasti akan mati. Solusi yang mudah dan sederhana, tapi harus dilakukan apabila tidak ingin virus mematikan ini merebak,” paparnya lagi.
Dia melanjutkan, pada 13 Maret 2020 lalu, PM Singapura Lee Hsien Loong menyatakan prediksi bahwa virus ini berpotensi untuk terus merebak sampai hampir satu tahun dari sekarang.
“Bisa dibayangkan dampak negatif pada perekonomian. Kini Singapura sebagai tetangga sudah bersiap seperti itu, lantas bagaimana dengan Kepri dan Batam?” tambahnya lagi.
Selain itu, Andrei juga mengingatkan, Saudi Arabia telah melakukan langkah ekstrim yaitu menghentikan aktivitas ibadah umrah sementara waktu bagi seluruh negara sebagai upaya pencegahan berkembangnya virus yang berasal dari China itu di negaranya.
“Harusnya itu menjadi warning bagi kita untuk lebih waspada. Sekelas Arab Saudi saja menghentikan umrah, setidaknya tempat ibadah di Batam atau Kepri minimal sekali harus menyediakan cairan pembersih tangan dan instruksi bagaimana menggunakannya,” tambahnya.
Ia menyatakan, di tengah gemparnya informasi terkait virus corana dibutuhkan pemimpin yang dapat memberikan rasa nyaman warganya.
“Untuk itu ia mengingatkan para pemimpin di Batam dan juga Kepri untuk memberi rasa tenang. Jangan sampai warga semakin panik, namun tenangkan warga dengan memberi instruksi yang spesifik dan konkrit, bukan secara umum saja. Kalau imbauannya untuk menjaga kebersihan, bagaimana menjaganya? Fokusnya dimana? Bahkan Presiden Jokowi sudah mengeluarkan video pendek yang menunjukkan bagaimana mencuci tangan dengan sabun selama paling sedikit 20 detik. Perlu instruksi spesifik, soalnya, masyarakat perlu tahu apa yang harus dilakukan,” tuturnya lagi.
“Dalam kondisi seperti ini pemimpin harus hadir memberikan rasa tenang kepada warganya dengan memberikan instruksi yang jelas untuk menjadi pegangan masyarakat,” pungkas Andrei Simanjuntak. (r)
