by

Hotel di Batam Terancam Gulung Tikar, Apa Sebabnya?

Batam (HK) - Pengusaha Hotel di Kota Batam mengeluh karena anjloknya tamu pengunjung ke hotel milik mereka sejak mewabahnya virus Corona.

Biasanya, saat akhir pekan, hotel terisi penuh oleh pengunjung wisata mancanegara maupun wisatawan Domestik.

“Kalau sekarang syukur-syukur terisi setengah, celakanya bahkan tak ada pengunjung, bahkan drastis turun jauh sebelum munculnya wabah virus Corona ini,” ungkap salah satu manajemen Hotel yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (15/4/2020) diseputaran Nagoya.

“Jika hal ini terjadi terus-menerus sampai batas waktu tertentu, bagaimana nasib karyawan kedepannya? Terkadang biaya operasional pun tidak tertutupi,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) Provinsi Kepulauan Riau, Surya mengatakan bahwa dampak virus Corona di Batam cukup terasa bagi pelaku usaha di bidang pariwisata.

“Saat ini untuk ocupancy city hotel sepertinya pengurangannya tidak terlalu dalam. Hanya untuk resort memang cukup drastis penurunannya sampai di angka 65 persen penurunannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar mengakui hal yang sama. Ia mengatakan, memang data resmi belum ia pegang. Hanya saja, dari pengakuan pelaku usaha banyak yang mengeluh.

“Kota tunggu saja data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Tapi secara umum occupancy (hunian) 20 persen penurunannya ada dibeberapa hotel yang udah punya link dan relasi tetap 40-50 persen tapi tidak banyak,” ujarnya. (bob)

News Feed