Akhir-akhir ini istilah karantina, isolasi dan social distancing sering muncul di berbagai media massa. Hal ini berkaitan dengan merebaknya virus corona. Meski demikian, masih banyak orang yang belum paham dan salah mengartikan mengenai makna dari ketiga istilah tersebut
Spesialis Penyakit Menular, Steven Gordon, MD menyebut Karantina tidak harus menjadi hal yang menakutkan, justru itu adalah cara efektif untuk melindungi masyarakat.
Selain itu dr. Gordon pun menjelaskan seluk beluk karantina dan istilah lainnya dalam pencegahan penyebaran COVID-19. Merangkum dari Cleveland Clinic, Senin (16/3/2020), berikut ulasannya.
Pertama, Karantina
Pemerintah menggunakan karantina untuk menghentikan penyebaran penyakit menular. Karantina adalah untuk orang-orang atau kelompok yang tudak memiliki gejala tetapi terkena penyakit. Karantina menjauhkan mereka dari orang lain sehingga mereka tidak secara sengaja menginfeksi siapapun.
Karantina efektif digunakan selama:
Wabah: Ketika ada peningkatan mendadak dalam kasus penyakit.
Epidemi: Mirip dengan wabah, tetapi umumnya dianggap lebih besar dan lebih luas.
Pandemi: Lebih besar daripada epidemic, umumnya bersifat global dan memengaruhi lebih banyak orang.
Kedua, Isolasi
Isolasi memiliki tujuan yang sama seperti karantina. Namun isolasi disediakan bagi mereka yang sudah sakit. Hal ini akan membuat orang yang terinfeksi menjauh dari orang yang sehat untuk mencegah penyebaran penyakit.
Menurut konstintusi Amerika Serikat (AS), pemerintah federal dapat menggunakan isolasi dan karantina untuk melindungi orang dari penyakit menular. Negara ini juga memiliki wewenang untuk melembagakan isolasi atau karantina. Melanggar karantina memiliki konsekuensi mulai dari denda hingga hukuman penjara.
Ketiga, Social Distancing
Selain dua cara di ada cara lain yang bisa dilakukan seseorang. Salah satunya adalah social distancing atau menjaga jarak. Menjaga jarak bisa dilakukan dengan menghindari orang yang ada di sekitar. Jarak yang direkomendasikan adalah enam kaki atau sekira dua meter.
Bersikap tenang juga bisa menjadi cara yang bagus untuk mengimbangi kecemasan seseorang. Selain itu bekerjasama dengan pihak berwenang dengan mengikuti semua aturan kesehatan masyarakat akan membantu memperlambat dan menghentikan penyebaran penyakit menular.*
(sumber: okezone.com)
