by

Soal Kematian Ayam Ternak di Bintan, Ini Penjelasannya

Bintan (HK) - Sejumlah group media sosial dihebohkan dengan kabar yang menyebutkan banyaknya hewan ternak (ayam broiler) yang mati dalam jumlah cukup banyak secara mendadak.

Disebutkan bahwa, ayam yang mati mendadak berada di peternakan wilayah Gesek Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya. Bahkan, masyarakat diminta waspada agar tak sembarangan mengkonsumsi ayam potong.

Mengetahui informasi itu, drh Berri Prima, Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bintan buru-buru mengklarifikasi kabar tersebut. Ia menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Tidak benar info bahwa banyak ayam mati di wilayah Bintan. Yang benar adalah kematian ayam dikandang memang ada, tetapi tidak banyak, dan penyebabnya bukan penyakit tetapi karena cuaca panas yang ekstrim dikandang dan angkanya masih dalam batas kewajaran (normal),” paparnya dikonfirmasi, Rabu (18/3) pagi.

Bahkan, Berri menegaskan, hasil pemeriksaan laboratorium Balai Veteriner Bukit Tinggi yang dilakukan akhir Desember 2019 lalu. Bintan kata dia, negatif kasus flu burung (Avian influenza).

“Bintan saat ini masih sebagai salah satu pemasok kebutuhan daging ayam di Kota Tanjungpinang dan Kota Batam. Kami selaku tenaga kesehatan hewan (dokter hewan dan paramedis veteriner) terus berupaya agar masyarakat mendapatkan produk pangan yang ASUH (aman, sehat, utuh dan halal) dengan cara melakukan edukasi yang baik dan pengawasan yang ketat terhadap produk pangan asal hewan, termasuk daging ayam asal Bintan,” terangnya.

Bahkan Ia mengatakan kepada masyarakat agar tidak panik dan takut untuk mengonsumsi daging ayam. Sebab kata dia, didalam daging ayam terkandung gizi yang mampu meningkatkan antibody.

“Ayo makan ayam, kandungan gizinya sangat baik untuk meningkatkan antibody kita dalam melawan penyakit Covid-19,” ajaknya. (oxy)

News Feed