by

Sebelum Turun ke Karimun, Suhu Tubuh WNI dari Malaysia Sudah Dicek

KARIMUN (HK)-Sebelum berlabuh di pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun, WNI yang datang dari Malaysia telah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu di dalam kapal menggunakan alat thermal scanner untuk memastikan WNI yang datang dalam keadaan sehat.

Begitu tiba di pelabuhan, para penumpang dilakukan pemeriksaan kembali menggunakan thermal scanner dan alert card atau kartu kuning kesehatan agar kesehatan dan keberadaan para penumpang WNI asal Malaysia dapat terkontrol.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Karimun dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun.

Informasinya, hasil dari pemeriksaan WNI asal Malaysia, terdapat sejumlah orang penumpang yang masuk ke dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP), karena memiliki keluhan sakit diantaranya ada yang suhu badan di atas 38°, pilek atau batuk.

Sampai saat ini, Dinkes dan Puskesmas di seluruh Kabupaten Karimun terus bergerak untuk memeriksa para penumpang WNI dari Malaysia di alamat rumah masing-masing penumpang. Jika ada temuan gejala Covid-19 atau kondisi fisik kurang sehat, akan dilakukan pemeriksaan dan update data daftar ODP di Kabupaten Karimun.

Para penumpang diwajibkan untuk membawa alerd card atau kartu kuning selama proses pengawasan. Dan saat ini penumpang yang masuk dalam ODP tengah menjalani pengawasan karantina rumah.

Kendati begitu, warga Karimun tetap khawatir dengan keberadaan WNI yang baru pulang dari Malaysia itu.

“Terus terang, kami merasa khawatir TKI yang dipulangkan lewat Karimun itu bisa saja suspect corona. Sebab, dengan pemulangan sebanyak itu, akan sulit mendeteksi apakah mereka sudah suspect corona atau bukan,” ujar Panji, warga Karimun, Sabtu (21/3/2020) malam.

Panji meminta Pemerintah Kabupaten Karimun bergerak cepat memantau TKI yang dipulangkan lewat Karimun tersebut. Sebab, menurut informasi yang diperolehnya ada sebagian TKI itu yang merupakan warga tinggal di Pulau Karimun dan juga Tanjungbatu. Paling tidak, ada keluarga mereka yang tinggal di Karimun.

“Informasinya, begitu sampai di Karimun mereka ada yang mendatangi rumah keluarga mereka di Balai (Karimun). Kita tidak tahu apakah kondisinya sehat atau sudah suspect corona. Ini yang mesti dikejar oleh pihak terkait di Karimun. Petugas harus mencari keberadaan WNI itu di Karimun,” jelasnya.

Diberitakan, kebijakan negara Malaysia yang mengunci negaranya berakibat terjadinya pemulangan ratusan TKI asal Indonesia. Pemulangan TKI tersebut lewat pelabuhan Kukup dan Putri Harbour, Johor, Malaysia ke pelabuhan Tanjungbalai Karimun. Pemulangan itu mulai dilakukan sejak Selasa, 17 Maret 2020 hingga Sabtu 21 Maret 2020 ini. Jumlah WNI yang pulang lewat Karimun mencapai ribuan orang.

Kepala Bidang Lalulintas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, Marganda ketika dikonfirmasi, Sabtu (21/3/2020) malam mengatakan, pihaknya mengirimkan data selama dua hari terakhir, dengan total WNI yang pulang ke Indonesia via Karimun sebanyak 1.528 orang. (ham)

News Feed