by

16 WNI dari Malaysia Jalani Karantina Mandiri di Sidomulyo Karimun

Karimun (HK)-Ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang pulang dari Malaysia masuk lewat pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun, sejak Selasa, 17 Maret dan terus masuk hingga Minggu (22/3/2020) ini.

Sebanyak 16 orang dari mereka memilih melakukan karantina sendiri (mandiri) di rumah warga di Kecamatan Karimun. Mereka berasal dari Pulau Jawa dan sudah menjalani tes pengecekan suhu. Hasil tes menunjukan mereka tidak mengalami demam, batuk serta pilek.

Kepala Puskesmas Tanjungbalai Karimun, Surawan mengatakan, para WNI tersebut tinggal di rumah kos-kosan penduduk yang selama ini biasa menampung mereka ketika transit di Karimun. Jumlah sementara, saat ini masih 16 orang. Namun, kemungkinan akan terus bertambah karena arus kedatangan WNI dari Malaysia juga terus bergerak.

“Mereka menjalani karantina mandiri dan bukan karantina pemerintah. Jumlahnya ada tiga titik, semuanya di Sidomulyo, Kecamatan Karimun. Satu titik ada 12 orang, satu titik lagi 12 orang dan satu titiknya lagi ada 1 orang,” ujar Surawan ketika dikonfirmasi, Minggu (22/3/2020).

Surawan mengatakan, agar para WNI tersebut tidak keluar dari rumah karantina mandiri tersebut, maka pihaknya bersama dengan petugas kepolisian dari Polsek Balai Karimun serta Koramil setempat meyakinkan pemilik kos agar mengawasi mereka dengan ketat. Para WNI itu tidak dibenarkan keluar selama masa karantina.

“Segala kebutuhan, mulai dari makan dan minum yang menyiapkan tuan rumah. Kita turun juga bawa aparat, Ketua RT dan RW setempat. Jadi kita secara bersama-sama mengingatkan. Kalau ada diantara mereka yang keluar rumah, maka RT dan RW serta pemilik rumah yang terus mengingatkan,” jelasnya.

Surawan menyebut, pada saat turun mengecek ke lokasi karantina mandiri tersebut, para petugas turun dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan sarung tangan. Hanya saja, ketika turun kondisi para WNI tersebut terlihat sehat tanpa menunjukan gejala suspect corona seperti demam, batuk dan pilek.

“Kita sudah mengecek suhu tubuh mereka, dan memastikan mereka tidak melakukan kontak dengan orang yang sakit di Malaysia. Dari hasil pengecekan, mereka terlihat sehat dan tidak ada yang kontak dengan pasien yang sakit di Malaysia,” kata Surawan.

Dikatakan, karantina mandiri yang dilakukan WNI tersebut rencananya sampai 31 Maret 2020 atau masa berakhirnya penguncian yang dilakukan pemerintah Malaysia.

Kapolsek Balai Karimun AKP Budi Hartono mengatakan, saat melakukan pengecekan ulang ke lokasi karantina mandiri tersebut meminta kepada masyarakat untuk secara bersama-sama mengawasi aktivitas WNI tersebut.

“Kita telah melakukan pengecekan ulang kesehatan WNI yang menjalani karantina mandiri di Sidomulyo, Kecamatan Karimun. Mereka semua dinyatakan sehat. Namun, kendati begitu mereka tetap menjadi pengawasan dari pemilik rumah, RT, RW bahkan masyarakat setempat, agar tetap kondusif,” ujar Budi. (ham)

News Feed