BATAM (HK)- Plt Gubernur H Isdianto mengapresiasi pengerjaan Fasilitas Pengendalian Penyakit Infeksi Menular (RS Covid-19) yang berlangsung cepat. Hingga Sabtu sore, pekerjaan fasilitas itu sudah mencapai 60 persen.
“Intinya saya atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan terima kasih pada Presiden yang menentukan Pulau Galang sebagai pusat observasi,” kata saat meninjau fasilitas tersebut di Galang, Batam, Sabtu (21/3).
Semua proyek yang dikerjakan ditinjau. Isdianto didampingi Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 H TS Arif Fadillah dan Kadis Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana. Bersama beberapa kepala OPD lainnya, mereka berkeliling untuk melihat, progres pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat itu.
Selama berkeliling, Isdianto mendapat penjelasan terkait fasilitas yang dibangun. Adik kandung almarhum H Muhammad Sani ini mengaku senang dengan hadirnya fasilitas kesehatan khusus penanganan pasien infeksi virus ini. Fasilitas ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat Kepri dan Indonesia menghadapi ancaman Covid-19.
“Terimakasih, atas langkah Presiden untuk penanganan virus Corona ini. Terima kasih kepada Panglima TNI, Kapolri, Menteri PUPR terutama membangun rumah sakit ini,” kata Isdianto.
Diharapkan, dengan berdirinya RS itu, maka warga Kepri yang kini sudah positif mengindap, akan lebih mudah disembuhkan.
Isdianto juga mengimbau agar masyarakat Kepri untuk tidak panik dalam menghadapi Covid-19. Diminta agar arahan dari tenaga kesehatan diikuti, dalam upaya meminimalisir kemungkinan penyebarannya. Sehingga semua bisa terhindar dari virus ini.
Pada kesempatan itu, Isdianto sempat menanyakan pemanfaatan tenaga kerja lokal. Kemudian terkait dengan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kepada Isdianto, disampakan juga pemenuhan kebutuhan makanan untuk pekerja. Termaksud ekonomi warga yang terbantu melalui warung yang didirikan dekat pengerjaan proyek itu.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kepri Ditjen Cipta Karya PUPR Albert Reinaldo menyatakan seluruh material pembangunan pusat observasi dan isolasi tiba di Batam. Dengan begitu petugas tinggal membangun saja, dari modular-modular yang dikirimkan. Ia pun optimistis pembangunan fasilitas itu bisa beroperasi pada 28 Maret 2020, sesuai dengan target pemerintah.
“Sekarang masih proses, eks Vietnam (bekas rumah sakit) akan selesai 22 Maret dan 25 Maret. Yang ini (bangunan baru) 28 Maret,” kata Reinaldo kepada Isdianto.
Proses pengerjaan proyek ini sendiri, melibatkan sekitar 1.500 tenaga kerja dengan waktu kerja dibagi dalam tiga sif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 persen adalah tenaga kerja lokal. (and)


