by

Pasien di AS Kena Tagihan RS Sekitar Rp 500 Juta Untuk Tes dan Perawatan Virus Corona

WASINGTON (HK) - Sebuah rumah sakit di Amerika Serikat (AS) menagih seorang perempuan, yang didiagnosa terinfeksi virus corona, hampir USD 35.000 atau sekitar Rp 500 juta untuk tes dan perawatan.

Danni Askini terkena virus pada Februari dan jatuh sakit di akhir bulan, tetapi dokter memperkirakan itu akibat pengobatan untuk limfoma, menurut laporan majalah TIME.

Setelah dokter menyampaikan radang paru-paru menyebabkan nyeri dada, sesak napas, dan migrain, dia dipulangkan. Namun, karena gejalanya masih terasa, dia masuk ruang gawat darurat di sebuah rumah sakit di Boston dua kali sampai dia dites virus corona.

Tiga hari kemudian, dia menerima hasil tes dan dinyatakan terinfeksi virus. Dia kemudian menerima tagihan perawatan dan tes sebesar USD 34,927.43 atau sekitar Rp 500 juta.

“Saya sangat terkejut sampai mematung,” ujarnya kepada TIME, dikutip dari Press TV, Minggu (22/3).

Karena dia tidak diasuransikan saat masuk rumah sakit, dia tidak dapat menerima bantuan untuk membayar tagihan.

Kejadian ini dapat menimpa banyak orang di AS karena jutaan orang tidak memiliki akses ke asuransi kesehatan yang dapat membantu mereka membayar tagihan medis.

Sekarang ada lebih dari 21.000 kasus virus corona yang dikonfirmasi di AS dan telah menewaskan lebih dari 270 orang.

Sementara itu, para pejabat AS mengatakan paket anggaran stimulus untuk mengatasi virus corona yang dinegosiasikan oleh Senat AS akan bernilai sekitar USD 1,3 triliun atau USD 1,4 triliun.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada Sabtu mengklarifikasi komentar sebelumnya anggaran stimulus akan bernilai lebih dari USD 2 triliun.
Dia awalnya mengatakan kepada wartawan “paket itu masuk sekitar 10 persen dari PDB.”

Kemudian ketika ditanya oleh wartawan apakah itu berjumlah lebih dari USD 2 triliun, Kudlow membenarkan.(sumber:merdeka.com)

News Feed