by

Pimpinan ACC Batam Alergi Terhadap Wartawan

BATAM (HK) - Pimpinan Astra Credit Companies alergi terhadap wartawan yang meliput aksi nasabah seruduk kantor ACC di komplek taman golf residence blok N 12-13, Sukajadi, Batam yang menuntut penundaan bayar cicilan kredit pada Senin (30/3/2020) siang.

Agung Rahmatullah selaku Operation Head ACC Batam salah seorang pimpinan di perusahaan pembiayaan kredit mobil Astra Credit Companies (ACC) Perwakilan Batam itu melarang wartawan untuk meliput demo yang terjadi dikantornya.

“Jika ada wartawan yang datang untuk meliput dan melakukan perekaman kegiatan ini, saya tidak akan melanjutkan mediasi ini,” ucap Agung.

“Bapak dari mana, tolong ini jangan di rekam,” tambahnya.

Sebagaimana, larangan tersebut diucapkannya dengan terang-terangan didepan para pendemo dan disaksikan juga oleh pihak kepolisian dari Polresta Barelang yang datang untuk mengamankan aksi.

Akibat larangan tersebut, situasi dilokasi tersebut sempat memanas karena massa yang hadir tidak setuju.

“Ada apa dengan perusahaan ini? kenapa wartawan dilarang meliput?, Kalau seperti ini artinya terkesan ada yang ditutup-tutupi oleh perusahaan,” seru sejumlah massa di lokasi.

Hal senada dikatakan Kanit IV Satreskrim Polresta Barelang, Iptu Feri meminta kepada wartawan untuk tidak merekam guna menjaga situasi agar mediasi tersebut tetap berjalan.

“Mohon tidak merekam, biar mediasi ini bisa dilanjutkan,” ucapnya kepada awak media.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Chandra Ibrahim sangat menyayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh pimpinan ACC Batam tersebut.

“Saya selaku Ketua PWI Kepri sangat menyayangkan kejadian itu, seharusnya pimpinan ACC Batam menghargai kebebasan pers,” tegas Chandra.

Sebagaimana hal itu tertuang sesuai dengan UU nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, pasal 4 di ayat 1 tentang Kebebasan Pers Negara, ayat kedua menentang nasional, pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat-ayat untuk mendukung kemerdekaan pers, mencari hak untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan pandangan dan informasi tidak diacuhkan. L(bob)

News Feed