BINTAN (HK) - Di tengah pandemic virus corona saat ini, perusahaan besar sekelas PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) masih ‘mengimport’ tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok untuk bekerja di kawasan ekonomi khusus (KEK) Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang.
Bupati Bintan, Apri Sujadi amat jengkel dengan PT BAI yang dinilai tidak empati terhadap situasi pandemic corona saat ini. Namun, Pemkab Bintan tak bisa berbuat banyak lantaran PT BAI bukan kewenangan Pemkab Bintan.
“Kewenangan tidak ada di kita, namun dengan masuknya TKA ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi kami, di tengah semangat kita untuk mengantisipasi merebaknya wabah virus corona,” ujar Apri bernada geram, Selasa (31/3).
Ia sendiri kecewa dengan perusahaan tersebut. Bukannya bersama bahu membahu memerangi penularan COVID-19, malah melakukan kebijakan yang mungkin bisa membawa petaka bagi daerah Bintan.
Ia juga sudah menugaskan Disnaker Kabupaten Bintan untuk melakukan komunikasi ke Disnaker Provinsi Kepri atas apa yang terjadi.
“Saya sudah minta Disnaker Bintan turun ke sana, meskipun kewenangan dan pengawasan masuknya TKA China ke PT BAI tidak di kita. Disnaker Bintan juga kita minta komunikasi ke Provinsi, atas apa yang terjadi,” ungkapnya.
Ia mewakili masyarakat Bintan tentunya merasa terganggu dengan hal ini. Dirinya dengan tegas, meminta PT BAI melakukan isolasi ditempat selama 14 hari.
“Kita melihat, PT BAI tidak memiliki empati atas situasi yang terjadi. Sebagai kepala daerah saya mohon kepada pemberi izin untuk stop dulu masuknya TKA ini, kasianlah kami Pemda, TNI-Polri dan seluruh masyarakat yang bergerak dalam memerangi virus corona didaerah,” tutupnya.(oxy)


