by

“Kejadikan di PT Bandar Abadi Harus Jadi Pelajaran”

Batam (HK) - Komisi I DPRD Kota Batam bakal memanggil manajemen PT Bandar Abadi untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawabannya atas kejadian meledaknya tug boat Maju Jaya di kawasan PT Bandar Abadi beberapa waktu lalu. Hal serupa juga akan dilakukan oleh Komisi IV DPRD Kota Batam.

“Dalam pemanggilan nanti kita akan memberikan pelajara kepada PT Bandar Abadi dan bahkan juga menjadi pembelajaran bagi perusahaan lain agar mematuhi aturan ketenagakerjaan,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Madri kepada haluankepri.com, Jumat (3/4/2020) di kantornya.

Dikatakan Ides, jika nanti PT Bandar Abadi itu masih bisa dilakukan edukasi maka, akan dilakukan edukasi terlebih dahulu dan ini menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kota Batam.

Sampai saat ini memang Komisi IV DPRD Kota Batam belum melakukan sidak secara langsung kesana, karena harus melakukan social distancing untuk pemutusan penyebaran Covid-19.

“Namun, info yang didapatkan terkait kejadian meledaknya tug boat yang menewaskan satu perkerja itu ditemukan ada kesalahan, yaitu sistem keamanannya atau safety pekerja. Oleh karena itu nanti setelah masalah corona ini hilang kami akan panggil pihak PT Bandar Abadi itu,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa komisi I DPRD Kota Batam bakal memanggil manajemen PT Bandar Abadi itu, karena setelah dilakukannya sidak ke PT Bandar Abadi itu Senin (23/3/2020) lalu ditemukan sejumlah kesalahan fatal.

Pihak manajemen perusahaan PT Bandar Abadi mengakui bahwa dalam kejadian itu korban melakukan pekerjaan atas inisiatifnya dan tidak memiliki permit kerja.

“Setiap pekerjaan itu harus ada permitnya, tapi dalam kejadian itu korban melakukan pekerjaan atas inisiatifnya dan tidak memiliki permit dan juga tidak ada mengajukan permit,” tutur Manager Safety Bandar Abadi, Hartono Silalahi. (dam)

News Feed