ANAMBAS (HK) - Pelaksanaan Festival Padang Melang (FPM) di tunda hingga usai Hari Raya Idul Fitri tepatnya akhir bulan Juli 2018 mendatang, menyusul sejumlah persiapan penyelenggaraan yang masih belum matang.
Selain itu Pada Bulan Juli juga bertepatan dengan jadwal libur musim panas internasional.
DR. Masyukur, ST. MM Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mengatakan, FPM merupakan kegiatan yang sangat penting dalam meningkatkan kunjungan dan manarik wisatawan lokal maupun wisatawan manca negera.
"Agar hal itu dapat terealisasi maka perlunya promosi melalui pemberian informasi yang intens, dan hal itu butuh waktu dan persiapan yang benar-benar matang," kata Masykur, Minggu (18/2).
Pada FPM kali ini ungkap Masykur, pihaknya akan melibatkan tiga Desa Wisata yang ada di Jemaja dan Jemaja sebagai pengelola kegiatan Festival, untuk itu butuh koordinasi yang lebih lama karena desa wisata ini sebagai tuan rumah.
"Persiapannya masih belum matang perlu koordinasi dengan desa wisata, agar penyajian festival dapat benar-benar optimal," tukasnya. Apalagi lanjut dia, pihaknya menargetkan kalau FPM yang digelar kali kedua ini mesti mendatangkan kunjungan lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Masih kata Masykur, pihaknya akan segera melounching FPM dan ikonnya jika ingin kegiatan ini dapat maksimal, bahkan direncanakan akan menjual FPM ke biro-biro perjalanan untuk mengatasi promosi yang masih belum optimal saat ini.
"Kita akan menggandeng Biro-biro perjalanan Pariwisata untuk memperbanyakan kunjungan," tuturnya.
Untuk penginapan nanti Sambung Masykur, pihaknya akan mengedepankan home stay, untuk itu dalam waktu dekat akan dilaksanakan sosialisasi agar masyarakat dapat mempersiapkan rumahnya menjadi home stay.
"Akan membludaknya pengunjung pada FPM nanti maka harus ada home stay mengingat hotel yang ada tidak akan memadai lonjakan pengunjung," ujarnya.
Sementara itu Pemerhati Pariwisata Anambas Indra Gunawan menyambut baik penundaan tersebut, karena FPM merupakan salah satu agenda tahunan Anambas yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisata, untuk itu perlu kiranya persiapan yang matang.
Indra juga menyinggung ikon apa yang akan menjad daya tarik pada FPM kali ini. Mengingat pada tahun sebelumnya adalah pelepasan Tukik (anak penyu) tentu pada tahun ini harus ada tema lain yang mampu menjadi daya tarik teresendiri bagi pengunjung.
"Kegiatan ini mesti dan semakin baik setiap tahunnya, dan persiapan mesti harus matang jangan sampai ada keluhan karena akan sangat besar pengaruhnya pada pembangunan pariwisata Anambas kedepannya," imbuhnya.(yud)Share
Festival Padang Melang Ditunda
- Senin, 19 February 2018 05:00





