TAREMPA (HK) - Sejumlah 14 anak kelas 6 di Sekolah Dasar (SD) Desa Candi Kecamatan Palmatak mengalami kekerasan yang dilakukan guru dalam kelas. Satu diantaranya terpaksa dilarikan ke Puskesmas Palmatak untuk mendapatkan perawatan.
Kekerasan ini dikarenakan anak-anak tersebut tidak menyelesaikan Perkerjaan Rumah (PR) yang diberikan oleh Guru berinisial A. Sehingga anak-anak dihukum dengan cara dipukul menggunakan kayu dan menyebabkan luka lebam terjadi pada sejumlah anak. A Sendiri berstatus PNS dan tinggal di Desa Candi. Kecamatan Palmatak.
"Akibat kekerasan ini kami para orang tua dan wali Murid terpaksa melaporkan kejadian tesebut ke Polsek Palmatak," kata Bang Ade, orang tua siwa, Kamis (1/3).
Sebenarnya tambah Ade, kejadian ini telah kerabkali terjadi namun yang paling parah adalah kali ini dan orang tua siswa tidak menerimanya. "Perlakuan ini selalu dilakukan, namun ini yang paling fatal bahkan sampai 14 orang siswa," jelasnya.
Ade menceritakan, sebenarnya A sudah sering kali diingatkan oleh kepala Sekolah, untuk tidak melakukan kekerasan dalam mendidik, bahkan kepala sekolah telah melaporkan hal ini kepada dinas. Sayangnya Dinas belum mengambil tindakan sehingga hal ini kembali terulang.
Pemukulan yang dilakukan oleh A benar-benar membekas lanjut Ade bahkan para orang tua membawa anaknya untuk divisum ke Puskesmas Palmatak.
"Kalau saya sebagai orang tua siswa walaupun guru tersebut merupakan teman, tetapi saya meminta anak saya untuk tidak diajar dia lagi, untuk kekerasan yang dilakukanya itu kami serahkan ke polisi. Biarlah anak saya tidak sekolah karena saya tidak berkenan dengan cara dia mengajar anak saya," tegasnya.
Sementara itu Kapolsek Palmatak, Iptu Lukmin Pane membenarkan kejadian tersebut. Bahkan ketika dimintai keterangan jawaban A cenderung berbelit-belit. "Iya benar, kita sudah membawa A ke Mapolsek Matak untuk melakukan pemeriksaan. Ketika kita tanyai, jawabannya sangat membingungkan dan kadang tak nyambung," sampainya.
Sementara itu Kepala Desa Ladan, Abdul Hayan menyayangkan kekerasan terhadap para siswa ini, dan menghimbau kepada dinas untuk mengambil tindakan, dan jangam dibiarkan. "Apa yang dilakukan ini mesti menjadi pelajaran, jangan sampai mendidik anak dengan kekerasan karena akan menimbulkan trauma kepada anak-anak nantinya," imbuhnya.***(yud)
Share




