Kamis06212018

Last update05:00:00 AM

Back Anambas Warga Anambas Masih Tinggal di RTLH

Warga Anambas Masih Tinggal di RTLH

ANAMBAS (HK) -Ternyata masih ada warga Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) tinggal di rumah ak layak huni (RTLH).

Herman, Warga DusunTerdun Desa Rewak, Kecamatan Jemaja mengaku heran, kenapa rumah milikinya tidak masuk dalam daftar bedah rumah pada beberapa tahun silam, kini program tersebut diperkirakan tidak ada lagi dan harapannya menjadi pupus.

"Hingga sekarang saya heran kenapa rumah saya tidak dapat bantuan bedah rumah, padahal pendataan sering dilakukan bahkan rumah saya sudah banyak orang datang melakukan foto-foto," kata Herman, Minggu (4/3).


Bapak satu anak ini menuturkan, dirinya saat ini bekerja sebagai buruh harian lepas dan pendapatan tidak bisa dipastikan. Herman berharap kepada Pemda Anambas agar dapat merealisasikan bantuan bedah rumah baginya.

Himpitan ekonomi yang sangat terbatas lanjut Herman diperkirakan tidak akan mampu membangun rumah seperti masyarakat lainnya yang harus mengumpulkan sekitar Rp30 juta atau Rp50 juta.

"Kalau bangun sendiri saya pastikan tidak akan bisa pak, apalagi dengan ekonomi saat ini. Saya sangat berharap bantuan dari Pemda atau dermawan agar saya memiliki rumah yang layak dihuni," harapnya.

Terlihat rumah milik Herman itu terdiri dari dinding yang terbuat dari daun kelapa dianyam dan atap rumah juga dari daun kelapa. Rumah Herman yang terletak ditengah-tengah perkampungan Dusun Terdun selalu menjadi perhatian bagi para pendatang yang berkunjung ke sana.

Herman menyampaikan, pada bulan Januari 2018 lalu ketika musim angin utara dan ditambah dengan hujan lebat, rumah yang dihuninya diserang air hujan dari setiap sudut rumah dan Herman bersama istri serta anaknya ketika kejadian tidak bisa tidur sebab bocor dimana-mana, dengan terpaksa ia menumpang ke rumah tetangga sekitar.

"Terasa sedih saya ketika itu, namun tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah dengan keadaan. Hujan lebat dan air masuk dari setiap sudut yakni dari atap rumah, dinding rumah," ujarnya. (yud)Tapi juga mengatakan, ketika saat musim panas, tidak merasa nyaman tinggal didalam rumah sebab suasana rumah terasa panas.***

Share