Di Air Tukik
ANAMBAS (HK) - Pencarian barang-barang purbakala peninggalan bajak laut di Air Tukik Desa Mampok, Kecamatan Jemaja terus berlangsung.
Bahkan dari informasi yang dihimpun koran ini di lapangan pencarian barang antik atau yang akrab disebut warga Letung "ngantik" telah dilakukan sejak 2 minggu silam.
Dari mulai Mangkok, piring, sendok, tempayan bertuliskan huruf China atau dengan Lambang naga maupum kuda dan lainnya terus ditemukan oleh warga masyarakat di lapangan, disinyalir ada aura mistis pada daerah Air Tukik yang seolah memanggil warga untuk melakukan pencarian.
Sabli AG, salah satu Tokoh yang memimpin pencarian barang antik mengatakan, sebenarnya pencarian barang-barang antik telah mulai dilakukan warga sejak tahun 1984 silam, bahkan saat itu sempat ditemukan mahkota kerajaan, serta gelang emas.
"Kami menduga kalau penemuan mahkota maupun gelang emas itu adalah peninggalan dari Kerajaan Majapahit," kata Sabli, Selasa (10/4).
Barang antik yang ditemukan warga ini sebut Sabli, disinyalir mencapai ribuan tahun umurnya, apalagi saat ditemukan barang antik terrsebut telah tertimbun oleh tanah dengan kendalaman antara sejengkal sampai dengan satu meter.
Dalam pencariannya tambah Sabli warga hanya menggunakan alat beru besi panjang yang akan ditusuk-tusukan ke tanah apabila nenyentuh sesuatu dan bunyinya lain maka akan digali. "Ada perbedaan bunyi apabila besi yang ditusukan ke tanah membentur batu atau membentur barang antik," jelasnya.
Pria yang akrab dipanggil Alang Sab mengungkapkan, penemuan barang antik mengandung aura mistis, karena tidak semua orang dapat menemukannya. "Yang ketemu itu tergantung nasib, kadang pegi ramai-ramai yang dapat hanya satu orang," tukasnya.
Sementara itu Umar Lisman, Kepala Desa Batu Berapit Kecamatan Jemaja membenarkan penemuan barang antik oleh warganya, bahkan Umar tidak menampik bahkan dirinya ikut dalam pencarian tersebut.
"Banyak warga sini yang menemukan barang antik seperti Alang Sab yang menemukan Tempayan Anti Basi karena saat dicoba nasi disimpan didalamnya tiga hari tidak basi, lalu yang terbaru Vian menemukan mangkok, sendok dan piring satu set, sayangnya dari 15 jumlahnya hanya 9 yang masih utuh sisanya pecah," jelasnya.
Sejatinya banyak sekali warga yang menemukan barang antik, sehingga setia sore dimanfaatkan warga untuk mencari barang antik. Menurut Umar, pencarian barang antik ini seperti "berhantu"kalau sudah sekali mencari maka akan terus mencari walaupun tidak ketemu.
"Kita itu seperti ketagihan, jika sudah pernah mencari maka akan kecanduan dibuatnya," ujarnya.
Untuk saat ini kata Umar malah pencari barang antik semakim bertambah hal ini dikarenakan telah banyal penemua, sayangnya hingga saat ini pihaknya belum mengetahui tahun berapa pembuatan barang antik yang ditemulam tersebut.***
Share




