Senin01212013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Pasar Dadakan Diburu Warga

Pasar Dadakan Diburu Warga

ANAMBAS (HK)--Pasar dadakan di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) selalu diburu warga. Tak terkecuali pasar dadakan pecah belah yang datang sekali seminggu.

"Selalu cepat laku, karena harga sedikit miring dari harga pasaran biasa," kata Teh Neneng, pedagang dadakan pecah belah di Tarempa, KKA, Senin (29/10).

Hal ini disebabkan belum adanya pusat grosir untuk barang pecah belah di KKA. Disamping itu, harga di pasar biasa sangat tinggi.

"Bisa beli banyak di sini, karena harga lebih rendah dari harga pasar biasanya," tutur Yusna, pengunjung pasar dadakan.

Barang pecah belah tersebut datang dari Kalimantan dengan KM Bukit Raya. Begitu datang langsung diserbu pengunjung, yang dominan ibu-ibu.

"Cepat laku, untuk pecah-belah tertentu cepat dibeli. Begitu datang langsung habis," ungkap Neng.

Barang belanjaan yang dibeli seperti tempayan penampung air, box makanan, toples plastik, dan barang pecah belah lainnya.

Tempayan untuk menampung air, sangat laris, karena saat ini ketersediaan sumber air bersih terbatas di KKA.

"Beli baskom penampung air, karena air sering berhenti mengalir ke rumah. Dengan adanya baskom, dapat menampung air sampai air mengalir kembali," tambah Yusna, warga Tarempa.

Belum tersedianya pusat grosir tersebut, menjadikan pasar dadakan terus hidup karena banyak pembelinya.

"Dengan harga yang lebih murah, kami bisa membawa ke pulau untuk dijual kembali di warung. Karena tidak semua masyarakat pulau bisa berbelanja ke kota. Kita pedaganglah yang menjualnya lagi pada masyarakat," tutur Tini, pedagang keliling.

Pasar grosir dibutuhkan oleh pedagang keliling untuk mendistribusikan kembali kepada masyarakat di pulau-pulau. Pemkab Kepulauan Anambas diharapkan membangun pasar grosir untuk menjawab kebutuhan ini.

"Belum ada pasar grosir di sini. Biasanya pedagang pesan dari Tanjungpinang, kemudian dikirim dengan kapal feri atau kapal kayu ke Tarempa," pungkas Tini. (yul)