Senin01212013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Disebar 41 Sarjana Penggerak Desa

Disebar 41 Sarjana Penggerak Desa

ANAMBAS (HK)- 41 orang sarjana penggerak desa akan disebar ke 41 desa yang ada di kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Mereka akan dijadikan pegawai tidak tetap (PTT) sebagai pendamping dalam mempercepat pembangunan desa tempatnya bertugas.

"41 orang sarjana ini merupakan sarjana penggerak desa yang akan membantu desa dalam mempercepat pembangunan," kata kepala BKD KKA Iip Ilham Firman, Selasa (30/10)

Dijelaskan Iip, para sarjana penggerak desa ini akan mulai bertugas awal November. Namun, sebelum bertugas mereka akan diberikan pendidikan dan pelatihan terlebih dahulu. Sehingga memahami tugas dan fungsinya dalam melaksanakan tugas di desa nantinya.

"Mereka akan diberikan pemahaman tentang tanggung jawab dan terpenting kedisiplinan," jelasnya.

Lebih jauh, Iip menyampaikan, para sarjana ini harus mampu menjadi penggerak desa tempatnya bertugas. Keberadaanya akan selalu dipantau, karena mereka menjadi agen perubahan desa, sesuai dengan bidang keilmuan yang diperoleh saat perkuliahan.

"Jika sarjana penggerak desa dalam bertugas tidak disiplin dan banyak bolos, maka kontraknya sebagai PTT tidak akan diperpanjang," jelas Iip.

Disampaikannya, dalam teknis penempatan, dibuat seoptimal mungkin dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Bagi sarjana wanita akan ditempatkan kembali untuk membangun desanya, namun untuk yang pria harus siap ditempatkan dimana saja sesuai dengan kebutuhan.

"Namun, dipastikan tidak jauh dari kecamatan tempat asal para sarjana tersebut," jelasnya.

Penempatan para sarjana ini, lanjut Iip, merupakan komitmen pemerintah daerah yang terus memperhatikan kelangsungan nasib anak daerah. Tidak semua daerah yang memiliki komitmen seperti ini, kata Iip, kebanyakan daerah menerima PTT berdasarkan kedekatan.

"Kita objektif dalam menerima PTT dan terpenting adalah penerimaan tersebut dilandasi komitmen yang kuat," ujar Iip.

Perlu diingat, kata Iip, penerimaan PTT tak lepas dari penerimaan CPNS yang dilaksanakan. Dengan syarat IPK yang tinggi, akan banyak anak daerah yang tidak dapat mendaftar. Namun, dengan diterimanya para sarjana asal Anambas terbut menjadi PTT, otomatis dengan IPK lebih rendahpun mereka dapat ikut tes CPNS.

"Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada anak daerah. Perlu diketahui, diharapkan para PTT ini mampu berkerja dengan maksimal dalam membantu membangun desa," tandasnya.(mahyudin)