"41 orang sarjana ini merupakan sarjana penggerak desa yang akan membantu desa dalam mempercepat pembangunan," kata kepala BKD KKA Iip Ilham Firman, Selasa (30/10)
Dijelaskan Iip, para sarjana penggerak desa ini akan mulai bertugas awal November. Namun, sebelum bertugas mereka akan diberikan pendidikan dan pelatihan terlebih dahulu. Sehingga memahami tugas dan fungsinya dalam melaksanakan tugas di desa nantinya.
"Mereka akan diberikan pemahaman tentang tanggung jawab dan terpenting kedisiplinan," jelasnya.
Lebih jauh, Iip menyampaikan, para sarjana ini harus mampu menjadi penggerak desa tempatnya bertugas. Keberadaanya akan selalu dipantau, karena mereka menjadi agen perubahan desa, sesuai dengan bidang keilmuan yang diperoleh saat perkuliahan.
"Jika sarjana penggerak desa dalam bertugas tidak disiplin dan banyak bolos, maka kontraknya sebagai PTT tidak akan diperpanjang," jelas Iip.
Disampaikannya, dalam teknis penempatan, dibuat seoptimal mungkin dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Bagi sarjana wanita akan ditempatkan kembali untuk membangun desanya, namun untuk yang pria harus siap ditempatkan dimana saja sesuai dengan kebutuhan.
"Namun, dipastikan tidak jauh dari kecamatan tempat asal para sarjana tersebut," jelasnya.
Penempatan para sarjana ini, lanjut Iip, merupakan komitmen pemerintah daerah yang terus memperhatikan kelangsungan nasib anak daerah. Tidak semua daerah yang memiliki komitmen seperti ini, kata Iip, kebanyakan daerah menerima PTT berdasarkan kedekatan.
"Kita objektif dalam menerima PTT dan terpenting adalah penerimaan tersebut dilandasi komitmen yang kuat," ujar Iip.
Perlu diingat, kata Iip, penerimaan PTT tak lepas dari penerimaan CPNS yang dilaksanakan. Dengan syarat IPK yang tinggi, akan banyak anak daerah yang tidak dapat mendaftar. Namun, dengan diterimanya para sarjana asal Anambas terbut menjadi PTT, otomatis dengan IPK lebih rendahpun mereka dapat ikut tes CPNS.
"Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada anak daerah. Perlu diketahui, diharapkan para PTT ini mampu berkerja dengan maksimal dalam membantu membangun desa," tandasnya.(mahyudin)
- Temburun Kembali Ramai Dikunjungi
- Daftar Haji Cukup Setor Rp3,2 Juta
- Batik Cual Bakal Diproduksi Massal
- Usaha Penggemukan Sapi Masih Berpeluang
- Kredit Bank Riau Kepri Masih Bersifat Konsumtif
- APBD 2013 Jadi Momentum Percepatan Pembangunan
- Hasil Seleksi Direktur Perusda Akan Diumumkan
- 165 CPNS KKA Ikut TKB
- Kantor PAN Aktif 24 jam
- APBD 2013 Diperkirakan Tidak Defisit
- Pemuda Mandiri Percepat Pembangunan
- Rabu, Tes Lanjutan Penerimaan CPNS
- Pasar Dadakan Diburu Warga
- 105 Sapi Ternak Diserahkan November
- Pemkab Harap Rekrut Guru Komputer
- Liburan Idhul Adha, Objek wisata Ramai
- Replika Unta Ikut Pawai Takbir
- Ribuan Warga Ramaikan Pawai Takbir
- Tarempa Kurban 40 Sapi
- Desa Genting Gelap Gulita


