Senin01212013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Guru Ajarkan Internet Lewat Hand Phone

Guru Ajarkan Internet Lewat Hand Phone

ANAMBAS (HK)-- Keterbatasan sarana teknologi informasi, listrik, signal telekomunikasi dan minimnya peralatan moderen, tidak menjadi halangan bagi guru untuk mengenalkan internet kepada pelajar.

Disampaikan Aning Tristiawati, guru teknologi informasi komputer (TIK), untuk mengajarkan internet bagi siswa, ia harus mengenalkan lewat handphone (HP) yang memiliki layanan internet. Hal ini dikarenakan tidak tersedianya jaringan internet di sekolah tempat ia mengajar.

"Mengenalkan internet bagi pelajar melalui HP yang memiliki program layanan internet," tuturnya, di SMPN 1 Siantan, Kabupaten Kepulanan Anambas.

Menurutnya, siswa di SMPN1 termasuk sekolah yang beruntung memiliki guru komputer. Sementara, di sekolah lain yang punya komputer tapi tidak ada guru pengampunya. Bahkan, lanjutnya, SMPN lain belum memiliki guru komputer berserta labornya sama sekali. Sehingga, kata Aning, peralatan teknologi tersebut masih tabu bagi sebagian siswanya.

Begitu juga kondidi labor multimedia di SMPN1 Siantan. Jaringan internet kabel via Telkom dari pusat kota, belum juga digunakan, karena listrik yang tak kunjung dialirkan ke sekolah tersebut. Sehingga, laptop di sekolah tersebut bernasib sama dengan sekolah lain.

"Belum bisa digunakan laptop yang sudah terinstalasi dengan baik di ruangan multimedia ini. Karena listrik mesin genset tidak mencukupi dayanya. Jadi siswa kami belum bisa praktek menggunakan komputer tersebut," terangnya.

Karena tidak adanya listrik di sekolah tersebut, komputer masih jadi barang pajangan. Sedangkan dalam mengajarkan komputer, guru hanya bisa mempresentasikan dengan di infokus saja.

"Daya listrik tidak mencukupi. Bila dipaksakan bisa rusak nanti adaptor dan laptop ini. Untuk belajar saya presentasikan langsung pelajaran pada siswa," tambah Aning.

Memang saat ini telah ada tempat les komputer bagi anak-anak di Tarempa. Namun, lanjut Aning, tidak semua siswa dapat mencicipinya, karena sebagian siswa berasal dari pulau yang berbeda. Sehingga, kata Aning, pendidikan TIK masih mahal bagi siswa.

Aning berharap agar SMPN1 dapat terinstalasi jaringan listrik PLN yang melewati sekolah tersebut. Agar laptop yang telah terpajang di labor sekolah dapat digunakan. Untuk meningkatkan skill putra-putri Anambas dalam menggunakan peralatan teknologi informasi.

"Harapan kita bisa teraliri listrik sekolah ini. Supaya peralatan yang ada dapat digunakan. Anak-anak terus bertanya kapan bisa praktek langsung. Tapi kini belum bisa," ungkapnya.

Begitu juga dengan jaringan internet, sudah memperbaiki PT Telkom Tarempa. Jaringan internet speedy sudah diperbaiki, sehingga layanan cukup bagus.

"Kalau sudah ada aliran listrik, sekolah bisa pasang jaringan internet speedy. Jadi, siswa dapat menimba ilmu disekolah," pungkasnya. (yul)