Hal itu dikemukakan Sekretaris Disperindagkop dan UKM Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Usman, di sela pembukaan pelatihan pembuatan batik cual bagi UKM dan calon wirausaha baru di Kepulauan Anambas, Jumat (2/11).
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, Ketua Dekranasda KKA, Yenni Fatra Mukhtaruddin. Ahli waris batik cual, Afandi Yakob. Serta
Kepala badan, dinas dan kantor di lingkungan Pemkab KKA. Pelatihan diberikan bagi 20 peserta dari tujuh kecamatan.
Usman menyebutkan, setelah mendapatkan hak paten lima motif kain cual, Disperindag kemudian mempersiapkan SDM lokal untuk mencetak kain cual ini secara masal.
" Saat ini motif kain cual yang dulunya ditenun sudah dituangkan dalam kain batik. Tapi dicetak di Pekalongan. Untuk itu perlu dipersiapkan tenaga lokal yang akan memproduksi bati cual. Supaya harga jual lebih terjangkau bagi seluruh masyarakat Anambas,"tambahnya.
Menurut Usman, peluang usaha batik cual di Anambas sangat berpotensi untuk berkembang. Karena kain asli tenunan Anambas ini banyak diminati
baik oleh masyarakat Anambas sendiri. Maupun dari luar seperti beberapa stand yang dibuka oleh Disperindag pada pameran. Batik Cual selalu diburu dan dicintai oleh pengunjung. Sehingga ribuan batik cual yang telah diproduksi laku dipasarkan oleh Dewan Kerajinan Nasional
Daerah (Dekranasda) KKA.
" Potensi untuk berkembang sangat tinggi. Karena batik cual memiliki peluang usaha yang tinggi. Saat ini harga jual batik cual lebih tinggi karena
diproduksi diluar daerah. Dengan adanya produksi dalam daerah nantinya kain cual akan memasuki pasaran terutama di Anambas sendiri,"terangnya
Saat ini, batik cual belum diproduksi secara. Itu sebabnya, batik cual ini tidak ditemukan di pasar-pasar. Produksi batik cual dan tenunan cual masih terbatas di Dekranasda. Penyebabnya, karena terbatasanya tenaga dan dana.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kepulauan Anambas, Nurman yang membuka kegiatan tersebut mengatakan pelatihan tenaga lokal untuk membatik
cual merupakan langkah awal menghidupkan kembali kain cual di pulau tujuh. Produksi batik ini sempat terhenti karena lambannya pertumbuhan daerah selama puluhan tahun.
" Ini merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali produksi kain cual di tanah kelahirannya di Anambas. Setelah sempat tidak diproduksi
selama puluhan tahun. Karena lambannya pertumbuhan daera,"katanya.
Pemkab Anambas akan terus mempromosikan kain cual dan kini telah memiliki pangsa pasar sendiri. Tinggal lagi bagaimana ketersediaan produksi dalam daerah. " Pemkab Anambas melalui Dekranasda, Dinas Pariwisata dan Disperindagkop terus mempromosikan kain cual,"pungkasnya.(yulia)
- Dekranasda Produksi 15 Batik Cual
- Pulau Bawah yang Mempesona
- SMPN 1 Siantan Terima Meja Tenis Berkarat dari Diknas
- PKL Tolak Pindah ke Pasar Baru
- Kelangkan Premium Berlanjut
- 608 Warga Dapat Bantuan RTLH
- Pemkab Butuh 50 Motif Batik Cual
- Anambas Inn Launching Karaoke Keluarga
- 12 Jamaah Haji Tiba di Anambas
- Pasar Baru Sepi Pengunjung
- Hasil Seleksi Direktur Perusda Akan Diumumkan
- APBD 2013 Jadi Momentum Percepatan Pembangunan
- Kredit Bank Riau Kepri Masih Bersifat Konsumtif
- Usaha Penggemukan Sapi Masih Berpeluang
- APBD 2013 Diperkirakan Tidak Defisit
- Kantor PAN Aktif 24 jam
- 165 CPNS KKA Ikut TKB
- Disebar 41 Sarjana Penggerak Desa
- Perekaman e-KTP Sudah 88 Persen
- PBB Optimis Menang Pemilu 2014


