ANAMBAS (HK)-Setelah mengalami kekeringaan selama musim kemarau lima bulan terakhir, objek wisata Air Terjun Temburun di Kecamatan Siantan Timur kembali ramai dikunjungi masyarakat setiap akhir pekan.
Warga yang datang tersebut ada bertujuan untuk mandi, ada juga yang hanya duduk santai menghabiskan hari. Mereka berangkat dari rumah sejak pagi hingga sore hari.
Seorang pengunjung Caca mengaku menghabiskan waktu di objek wisata tersebut sejak pagi hingga siang hari. "Dari pagi datang dengan keluarga
dan tetangga. Mandi menikmati air terjun yang bersih sampai siang di sini. Setelah makan siang baru pulang," ujarnya yang ditemui, Haluan Kepri, akhir pekan ini.
Selama musim kemarau, kondisi air terjun kering dan kolam-kolam yang tersedia sangat kotor. Karena aliran air tidak mampu membersihkan lumut-lumut dan daun-daun pohon yang tumbuh di tepi aliran sungai di atas batu ini. Sehingga kolam-kolam itu terlihat kotor.
" Kalau musim panas lalu kita tidak bisa mandi karena air kotor. Air terjunnya juga tidak besar,"tutur Caca.
Penebangan hutan secara liar di puncak aliran sungai diduga menjadi penyebab persedian air jauh menurun. Sementara aliran air di sungai tersebut merupakan aliran sungai di atas batu yang terdiri dari tujuh tingkatan.
Saat hujan turun, air terjun ini bisa mendatangkan air bah secara tiba-tiba. Ini membahayakan pengunjung. Bagi yang berniat mengunjungi Air Terjun Temburun sebaiknya mewaspadai cuaca buruk. Bila hujan dihulu, air bah langsung turun dan bisa menghanyutkan pengunjung yang tengah mandi di kolam-kolam yang bertingkat-tingkat tersebut.
" Waspadanya kalau hari hujan. Harus berhenti mandi karena air bah bisa saja datang tiba-tiba. Apalagi saat ini hutan dihulu sungau sudah
gundul. Jadi air hujan tidak ada lagi akar pohon yang akan menyerap. Air bah bisa saja datang dengan cepat dan tiba-tiba. Ini sangat berbahaya bagi kita pengunjung,"ungkap Supri salah satu pengunjung.
Selain jalan darat juga tersedia jalur laut yang bisa ditempuh oleh masyarakat. Dengan menaiki speedboat kuranglebih 45 menit dari pusat kota. Biasanya pengunjung menempuh jalur laut karena tidak memiliki kendaraan. (yul)
- Dekranasda Produksi 15 Batik Cual
- Pulau Bawah yang Mempesona
- SMPN 1 Siantan Terima Meja Tenis Berkarat dari Diknas
- PKL Tolak Pindah ke Pasar Baru
- Kelangkan Premium Berlanjut
- 608 Warga Dapat Bantuan RTLH
- Pemkab Butuh 50 Motif Batik Cual
- Anambas Inn Launching Karaoke Keluarga
- 12 Jamaah Haji Tiba di Anambas
- Pasar Baru Sepi Pengunjung
- Hasil Seleksi Direktur Perusda Akan Diumumkan
- APBD 2013 Jadi Momentum Percepatan Pembangunan
- Kredit Bank Riau Kepri Masih Bersifat Konsumtif
- Usaha Penggemukan Sapi Masih Berpeluang
- APBD 2013 Diperkirakan Tidak Defisit
- Kantor PAN Aktif 24 jam
- 165 CPNS KKA Ikut TKB
- Disebar 41 Sarjana Penggerak Desa
- Perekaman e-KTP Sudah 88 Persen
- PBB Optimis Menang Pemilu 2014


