Senin01212013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Temburun Kembali Ramai Dikunjungi

Temburun Kembali Ramai Dikunjungi

Setelah Kering Selama Kemarau

ANAMBAS (HK)-Setelah mengalami kekeringaan selama musim kemarau lima bulan terakhir, objek wisata Air Terjun Temburun di Kecamatan Siantan Timur kembali ramai dikunjungi masyarakat setiap akhir pekan.

Warga yang datang tersebut ada bertujuan untuk mandi, ada juga yang hanya duduk santai menghabiskan hari. Mereka berangkat dari rumah sejak pagi hingga sore hari.

Seorang pengunjung Caca mengaku menghabiskan waktu di objek wisata tersebut sejak pagi hingga siang hari. "Dari pagi datang dengan keluarga
dan tetangga. Mandi menikmati air terjun yang bersih sampai siang di sini. Setelah makan siang baru pulang," ujarnya yang ditemui, Haluan Kepri, akhir pekan ini.

Selama musim kemarau, kondisi air terjun kering dan kolam-kolam yang tersedia sangat kotor. Karena aliran air tidak mampu membersihkan lumut-lumut dan daun-daun pohon yang tumbuh di tepi aliran sungai di atas batu ini. Sehingga kolam-kolam itu terlihat kotor.

" Kalau musim panas lalu kita tidak bisa mandi karena air kotor. Air terjunnya juga tidak besar,"tutur Caca.

Penebangan hutan secara liar di puncak aliran sungai diduga menjadi penyebab persedian air jauh menurun. Sementara aliran air di sungai tersebut merupakan aliran sungai di atas batu yang terdiri dari tujuh tingkatan.

Saat hujan turun, air terjun ini bisa mendatangkan air bah secara tiba-tiba. Ini membahayakan pengunjung. Bagi yang berniat mengunjungi Air Terjun Temburun sebaiknya mewaspadai cuaca buruk. Bila hujan dihulu, air bah langsung turun dan bisa menghanyutkan pengunjung yang tengah mandi di kolam-kolam yang bertingkat-tingkat tersebut.

" Waspadanya kalau hari hujan. Harus berhenti mandi karena air bah bisa saja datang tiba-tiba. Apalagi saat ini hutan dihulu sungau sudah
gundul. Jadi air hujan tidak ada lagi akar pohon yang akan menyerap. Air bah bisa saja datang dengan cepat dan tiba-tiba. Ini sangat berbahaya bagi kita pengunjung,"ungkap Supri salah satu pengunjung.

Selain jalan darat juga tersedia jalur laut yang bisa ditempuh oleh masyarakat. Dengan menaiki speedboat kuranglebih 45 menit dari pusat kota. Biasanya pengunjung menempuh jalur laut karena tidak memiliki kendaraan. (yul)