Diduga penyebab sepinya pasar tersebut, karena tidak tersedianya pelabuhan dan akses jalan ke pasar tersebut. Kalau pun ada jalan, tapi letaknya di belakang pasar yang memang tak ramai.
" Pasar ini menghadap ke laut. Kalau dari laut baru bisa dilihat tulisan pasarnya. Tapi sampai sekarang belum ada pembeli dari laut yang menambatkan kapalnya di pasar ini untuk berbelanja,"kata Hai, salah seorang pedagang pasar baru di Desa Tarempa Barat, Siantan, Anambas tersebut, akhir pekan lalu.
Menurut Hai, rancangan awal pasar tersebut menghadap ke laut lepas dan membelakangi permukiman masyarakat tujuannya untuk menerima pembeli dari luar kota. Karena langsung menghadap ke laut. Namun sayangnya isi dari pasar tersebut hanya diperuntukkan bagi kios-kios kecil ukuran 3 x 3 meter saja.
Pantauan Haluan Kepri di pasar baru, pedagang yang membuka kiosnya sudah mengisi dengan barang dagangan. Namun jumlah pengunjung bisa dihitung jari.
Di pasar dengan 72 kios ini pedagang mengisinya dengan kios-kios kecil.
Spanduk atau plank nama yang menjelaskan bahwa ada pasar di lokasi itu tidak ada "Tidak tahu kalau di sana ada pasar. Karena dibelakang pasar ikan dan tidak nampak pedagangnya. Sepertinya sepi kita lihat dari pasar ikan yang setiap hari dikunjungi,"kata Anis salah satu pengunjung pasar ikan yang tepat berada dibelakang pasar baru akhir pekan ini.
Ibarat sebuah rumah yang didatangi dari depan. Kini pasar baru ini memiliki kendala pemasaran untuk pengunjung. Karena sudah membelakangi pemukiman warga. Dengan jalan yang sempit untuk dilalui dan sulit dijangkau. Jalan yang tersedia hanya gang-gang sempit yang juga sudah dipenuhi parkir kendaraan warga. Sehingga pasar ini sulit dikunjungi.
Berbeda dengan Anis, Maya pengunjung pasar lainnya sudah tahu adanya pasar sayur di pasar baru. Namun ia lebih memilih membeli kebutuhannya di toko-toko yang digelar pedagang di sekitar pasar ikan. Alasannya lebih dekat ke jalan.
" Saya tahu di pasar baru ini ada sayur dan kebutuhan lainnya. Cuma tidak dapat kita lihat langsung dari pasar ikan. Karena ini bagian belakang jadi banyak penutupnya. Sedangkan di sekitar jalan ini sudah ada pedagang sayur dan kebutuhan dapur. Jadi, tak payahlah ke pasar baru lagi. Sudah ada di depan semua,"tutur maya
Kondisi ini terus membuat pedagang merugi karena tidak adanya pengunjung. Untuk itu pemerintah sebagai pengelola pasar baru diharapkan serius dalam pembangunan pasar tersebut. Terutama akses jalan yang langsung berada di depan pasar.
"Kita minta pemerintah serius dalam membangun pasar ini. Terutama fasilitas pendukung yang belum terpenuhi. Saat ini untuk menuju pasar baru hanya tersedia gang-gang sempit saja. Mestinya ada akses jalan yang memadai. Langsung berada di depan gedung. Sehingga pengunjung mendapatkan kemudahan,"kata Hai. (yul)
- Firman Ingin Buka Usaha Batik
- DPRD Gerah, Proyek Fisik Banyak Tak Selesai
- Penyelesaian Proyek Fisik Minta Dipercepat
- DKP Serahkan Alat Tangkap ke Nelayan
- Dekranasda Produksi 15 Batik Cual
- Pulau Bawah yang Mempesona
- SMPN 1 Siantan Terima Meja Tenis Berkarat dari Diknas
- PKL Tolak Pindah ke Pasar Baru
- Kelangkan Premium Berlanjut
- 608 Warga Dapat Bantuan RTLH
- Batik Cual Bakal Diproduksi Massal
- Daftar Haji Cukup Setor Rp3,2 Juta
- Temburun Kembali Ramai Dikunjungi
- Hasil Seleksi Direktur Perusda Akan Diumumkan
- APBD 2013 Jadi Momentum Percepatan Pembangunan
- Kredit Bank Riau Kepri Masih Bersifat Konsumtif
- Usaha Penggemukan Sapi Masih Berpeluang
- APBD 2013 Diperkirakan Tidak Defisit
- Kantor PAN Aktif 24 jam
- 165 CPNS KKA Ikut TKB


