" Dengan hanya lima motif batik cual akan sulit menembus proses produksi dalam skala besar. Karena ini, jumlah motif yang dimiliki minimal 50 motif," kata H.Nurman, Staff Ahli Bidang Pemerintahan Bupati Kepulauan Anambas saat pelatihan membatik motif kain cual akhir pekan lalu.
Motif kain cual yang terdiri dari lima yakni Padang Terbakar, Perahu Layar, Lebah Bergantung, Pucuk Rebong dan Bulan Purnama telah mendapatkan hak paten dari Kementrian Hukum dan HAM sebagai motif asli asal Anambas.
Semula motif ini ditenun dalam bentuk kain cual pertama kali oleh Hj.Halimah pada tahun 1863 di Teluk Cau, Pulau Siantan atau Kecamatan Siantan Timur, Anambas. Kemudian, hasil tenun ini dibawa ke berbagai daerah di Nusantara. Sebagian dari ilmu menenun ini juga dipelajari oleh penenun daerah lain. Mereka juga mengembangkan tenunan kain Cual di Palembang, Sumatra Selatan.
Namun karena Sumatera Selatan lebih dulu menjadi provinsi. Kain cual berkembang pesat didaerah tersebut. Sementara tanah kelahiran kain cual di Siantan terputus generasi penenunnya. Namun, ahli waris tetap menjaga agar mesin tenun pertamanya tetap terjaga hingga kini.
Untuk kembali menghidupkan industri kain cual di Siantan, Pemkab Kepulauan Anambas kembali melatih tenaga lokal untuk mencetak motif kain cual. Yang dituangkan dalam kain batik.
" Kini dimulai dengan pelatihan membatik motif cual. Bagi tenaga kerja lokal. Untuk menghidupkan kembali produksi kain cual dari tanah kelahirannya,"ujar Nurman.
Dengan modal lima motif dasar, kini Pemkab Kepulauan Anambas melalui Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) KKA memiliki Pekerjaan Rumah untuk mempersiapkan pengembangan motif dasar hingga menjadi lima puluh motif. Kelimapuluh motif ini kemudian dipatenkan di Kemenkumham.
" Ini merupakan PR kita untuk mengembangkan motif dasar sampai jumlah tersebut. Supaya bisa diproduksi masal dan kembali hidup di tanah Siantan ini,"tambahnya.
Sementara itu, ahli waris kain cual, Afandi Yakob mengapresiasi Pemkab Kepulauan Anambas yang telah menghidupkan kembali produksi kain cual. Langkah tersebut diawali dengan membatik cual.
" Kita ahliwaris menyambut baik upaya memproduksi kembali kain cual di tanah Siantan ini. Kalau perlu dikembangkan untuk perbaikan. Dengan tidak menjauh dari motif dasar kain cual. Jadikan, kain cual ini pakaian kita di Kepulauan Anambas,"pungkas Afandi (yul)
- Firman Ingin Buka Usaha Batik
- DPRD Gerah, Proyek Fisik Banyak Tak Selesai
- Penyelesaian Proyek Fisik Minta Dipercepat
- DKP Serahkan Alat Tangkap ke Nelayan
- Dekranasda Produksi 15 Batik Cual
- Pulau Bawah yang Mempesona
- SMPN 1 Siantan Terima Meja Tenis Berkarat dari Diknas
- PKL Tolak Pindah ke Pasar Baru
- Kelangkan Premium Berlanjut
- 608 Warga Dapat Bantuan RTLH
- Batik Cual Bakal Diproduksi Massal
- Daftar Haji Cukup Setor Rp3,2 Juta
- Temburun Kembali Ramai Dikunjungi
- Hasil Seleksi Direktur Perusda Akan Diumumkan
- APBD 2013 Jadi Momentum Percepatan Pembangunan
- Kredit Bank Riau Kepri Masih Bersifat Konsumtif
- Usaha Penggemukan Sapi Masih Berpeluang
- APBD 2013 Diperkirakan Tidak Defisit
- Kantor PAN Aktif 24 jam
- 165 CPNS KKA Ikut TKB


