Jumat01182013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Asyiknya Berwisata ke Air Terjun Temburun

Asyiknya Berwisata ke Air Terjun Temburun

ANAMBAS (HK) - Untuk berekreasi dengan nuansa alam yang asri dan menantang masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas dapat mengunjungi objek wisata Air Terjun Temburun, Siantan Timur, Anambas.

Untuk sampai ke lokasi ini, pengunjung menaiki speedboat selama 30 menit. Objek wisata Air Terjun Temburun terlihat dari laut, yang mengalir dari puncak bukit sampai ke bibir pantai. Pemandangan tersebut dapat memanjakan pengujung, karena air terjun tujuh tingkat ini membelah hutan dan mengalir di atas batu-batu besar sampai ke dataran rendah, lalu bermuara di laut tepi pantai yang ditumbuhi hutan bakau dan nipah.

Air terjun ini mengalir dari puncak perbukitan, kemudian disambut dengan batu-batu, sehingga tercipta aliran yang bertingkat-tingkat. Di tiap tingkatan tersedia telaga di atas batu untuk berenang. Air yang sejuk dan tawar serta jernih merupakan keindahan yang terus dikenang oleh setiap pengunjung.

“Menyegarkan sekali mengikuti wisata alam ini, air terjunnya indah dan segar, rasa lelah dan capek terasa hilang,” kata Deni, pengunjung Air Terjun Temburun belum lama ini.

Tantangan pertama yang akan dihadapi pengunjung yaitu, mendaki tangga di lereng perbukitan menuju telaga pertama. Karena telaga paling bawah adalah muara sungai. Meskipun ada air mengalir, tapi telaganya ditumbuhi pohon nipah dan bakau, sehingga kurang nyaman untuk mandi. Telaga tempat mandi pertama berada di telaga atas yang lumayan jauh, pengunjung akan kelehan mencapainya.

"Sulit untuk mencapainya, karena harus mendaki anak tangga di tebing yang terjal. Sampai di atas langsung mandi, karena badan berkeringat. Habis mandi makan-makan dan baru pulang," tutur Nini pengunjung Air Terjun Temburun lainnya.

Tantangan berat lainnya ketika mendaki puncak telaga tertinggi. Untuk menuju ke lokasi tersebut, tidak ada anak tangga yang sudah di semen. Perbukitan terjal berstruktur batu besar yang ditumbuhi pohon-pohon berakar kuat.

"Sulit mencapai puncak, harus mendaki pelan dan bergantung pada urat-urat kayu. Karena jalan berada pada batu besar yang didaki," tutur Mazwan pengunjung yang mencapai telaga puncak.

Sebenarnya ke telaga puncak sudah dibuka jalan darat dari Tarempa, tapi karena jalur dari batu ini sangat menantang, sering dimanfaatkan untuk uji adrenalin pengunjung. "Uji adrenalin saja, bila tidak hati-hati bisa jatuh." tukas Mazwan. (yud)