Kedatangan Tim Koordinasi tersebut untuk melaksanakan pembelajaran Capacity Building atau peningkatan kapasitas daerah untuk memahami lebih dalam tentang perhitungan PBB Migas.
" PBB Migas ini merupakan pajak pusat, namun dibagi hasilnya ke daerah," kata C Risyana dari Kementrian Keungan, Jumat (7/12).
Menurut Risyana, perhitungan pajak Migas harus diketahui pusat dan daerah serta tahu bagaimana cara perhitungannnya. Dengan ini tentunya harus diketahui siapa wajib dan objek pajaknya.
" Hal ini supaya terjadi sinkronisasi antara pusat dan daerah maka dibentuklah tim koordinasi antara pusat dan daerah."jelasnya.
Risyana juga menyebutkan, pihaknya telah meninjau langsung ke perusahaan Migas Conoco Philips, karena perusahaan tersebut merupakan bagian dari objek pajak BPP Migas. Diketahui, objek pajak mengisi sendiri kewajibanya, dari situ diketahui Conoco paham atau tidak bagaimana kewajibannya.
" Bisa saja ada pajak yang tidak dilaporkan misal saja kawasan dekat pelabuhan. Bisa saja hal itu belum dilaporkan karena pembangunannya baru berlangsung, karena pengerjaan 2012," ujarnya.
Diakui Risyana, saat masuk ke Conoco Philip, pihaknya mendapatkan respon yang baik, namun semua menggunakan prosedur dan tidak ada kesulitan sama sekali dan dizin keliling Matak.
Saat ke lapangan, kata Risyana pihaknya lebih fokus pada capicity building, dan lebih fokus ke Conoco, namun tidak menutup kemungkinan akan turun lagi ke perusahaan migas yang lain.
" Pajak itu diperhitungkan dari penerimaan migas, dan tidak menutup kemungkinan akan datang perusaan migas lainny," terangnya.
Pihaknya, tambah Risyana juga akan transparan dengan daerah penghasil migas daerah. Penyaluran itu berdasarkan kegiatan rekonsiliasi antara pusat dan daerah. Sehingga daerah mengerti berapa jumlah pendapatan Migasnya.(yud)
- Pemenang Lomba Foto Terima Hadiah
- Pasar Baru Siantan Mulai Beroperasi
- Distanhut Racun 642 Anjing Liar
- Gebrak Bersihkan Jalan
- Isu Mutasi Jadi Perbincangan Hangat
- Dewan Optimis APBD 2013 Disahkan, Akhir Desember
- Anambas Masuk Program Ekonomi Biru
- Foto Pemenang Dinilai Belum Sesuai Kriteria
- Pariwisata Kaya Potensi, Miskin Strategi
- DPRD dan Pemkab Undang Perusahaan Migas
- Asyiknya Berwisata ke Air Terjun Temburun
- DPRD Dukung Semua Program Pemkab
- Pemilihan Pang dan Yang Segera Dilakukan
- APBD Anambas Defisit 198 M
- Anambas Miliki Berbagai Sarana Transportasi
- Warga Sudah Bisa Nikmati TV Kabel
- BPPKB Buka Peluang Usaha
- BKAD Anambas Kerjasama dengan UNP
- BLH Kaji Pembangunan Berbasis Lingkungan
- BLH Kaji Pembangunan Berbasis Lingkungan


