Jumat01182013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Isu Mutasi Jadi Perbincangan Hangat

Isu Mutasi Jadi Perbincangan Hangat

ANAMBAS (HK)- Desas-desus akan adanya pergantian posisi sejumlah pejabat Eselon II atau Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan eselon III pejabat struktural Pemkab Anambas akhir- akhir ini mulai diperbincangan oleh sejumlah kalangan masyarakat. Perbincangan tersebut mulai dari mulut ke mulut hingga ke warung kopi.

Meski Pemkab Anambas belum mengumumkan kapan perombakan kabinet akan digelar, namun dipastikan akan dilangsungkan akhir tahun ini sesuai janji Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Tengku Mukhtaruddin. Pergantian posisi pada pejabat eselon II ini selain bentuk penyegaran juga khusus bagi pejabat yang dinilai kurang berprestasi atau kurang optimal dalam menjalankan tugasnya.

"Saya akan evaluasi secara berkala kinerja para pejabat Eselon. Mulai dari Eselon II, III maupun IV. Dan akhir tahun ini, akan ada perombakan bagi sejumlah kepala SKPD," kata Tengku kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dari informasi yang beredar di lapangan saat ini, mencuat sejumlah kandidat kepada SKPD yang akan bergeser dari posisinya. Seperti kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Kepala Dinas Infokom, Kepala Disperindagkop dan bahkan posisi Seketaris Dewan (Setwan) DPRD Anambas.

Sementara itu, Asisten II Pemkab Anambas, Andi Agrial menuturkan, hingga saat ini dirinya belum mengetahui nama-nama pejabat yang akan dilantik pada akhir tahun mendatang. Ia mengatakan, semua keputusan berada di pimpinannya.

"Sesuai perkataan Bupati beberapa waktu lalu memang akan ada pergantian posisi kepala SKPD. Namun, saya belum mendapat informasi siapa-siapa saja pejabat yang akan berganti posisi," jelas Andi kepada wartawan, Selasa (11/12).

Untuk saat ini masih kata Andi, terdapat sebanyak 4 posisi yang masih kosong. Diantaranya, Posisi Asisten I, dan 3 posisi staf ahli. Ia menambahkan, jika ada pergeseran merupakan bentuk penyegaran di SKPD.

" Setiap ada pelantikan, tujuannya untuk mengisi kekosongan serta penyegaran di SKPD. Dan yang terpenting sebagai evaluasi kinerja," ungkap Andi. (btd)