Caranya dengan memberikan makanan yang sudah ditaburi racun ke setiap anjing yang ditemui.
Kegiatan yang dipusatkan di tiga kecamatan ini bertujuan agar populasi anjing liar di Anambas bisa berkurang.
Pejabat Pelaksanan Teknis Kegiatan (PPTK) Pemberantasan anjing liar Distanhut Anambas, Novizal mengatakan, untuk Kecamatan Palmatak terdapat sebanyak 249 ekor anjing liar yang mati diracun. Sedangkan untuk Kecamatan Jemaja sebanyak 271 ekor dan Kecamatan Siantan sebanyak 122 ekor.
" Seluruh bangkai-bangkai anjing ini kita kubur di lokasi yang terpencil dan jauh dari pemukiman warga, yakni di daerah yang banyak sumber airnya,"kata Novizal yang ditemui di ruang kerjannya, kemarin.
Untuk Kecamatan Siantan, kata dia, pemberantasan anjing liar dilaksanakan selama dua malam yakni mulai 4 hingga 5 Desember. Anjing yang telah mati dikubur secara masal di 2 Daerah yakni di Batu Tambun dan di Kelurahan Teluk Parit, Desa Antang Sintan Tarempa Timur.
Sedangkan untuk Kecamatan Palmatak dan Jemaja yang menjadi prioritas sudah berlangsung sebelumnya. "Sebenarnya pemberantasan anjing liar di Kecamatan Siantan merupakan kegiatan tambahan. Sebab, sudah meresahkan warga,"katanya.
Selain itu, kata Novizal, selama pemusnahan anjing berlangsung pihaknya harus bekerja ekstra keras untuk menyisir bangkai anjing yang matinya jauh dari lokasi saat diracun.
Meskipun pihaknya tidak menyisir bangkai anjing lagi namun, pihaknya siap turun kelapangan untuk mengubur jika ada laporan dari warga yang menemukan bangkai anjing.
" Mulai hari ini tidak menyisir bangkai lagi. Akan tapi, jika ada masyarakat yang melaporkan adanya penemuan bangkai anjing, kita akan jemput untuk menguburkannya bersama dengan bangkai lainnya," katanya lagi.
Ia menambahkan, pembasmian anjing liar ini dilakukan selain untuk mengantisipasi wabah rabies juga untuk mengurangi populasi anjing liar di Anambas. Sebab, banyak warga yang mengeluh keberadaan anjing liar yang jumlahnya semakin bertambah banyak.
Selain itu, anjing-anjing liar ini juga telah ada yang memangsa hewan ternak milik warga seperti ayam, kambing hingga anak sapi. Anjing liar ini juga telah merepotkan petugas kebersihan karena sering mengacak- ngacak tempat sampah untuk mencari sisa-sisa makanan yang telah dimasukkan tempat sampah.(mahyudin)
- Mutu Pendidikan di Anambas Terus Ditingkatkan
- Batas Wilayah Natuna dan Anambas Belum Jelas
- 10 PSK Dipulangkan ke Daerah Asal
- Dinas ESDM Sosialisasikan Pertambangan Rakyat
- 16 Satpol PP Diperbantukan ke Kecamatan
- Anambas Belum Punya SDM Handal
- Waspadai Musim Utara
- Wabup Lantik Lima Kades
- Pelantikan Direksi Perusda Ditargetkan Tahun Ini
- 2013, Distanhut Fokus Sayur-sayuran
- Anambas Masuk Program Ekonomi Biru
- Dewan Optimis APBD 2013 Disahkan, Akhir Desember
- Isu Mutasi Jadi Perbincangan Hangat
- Gebrak Bersihkan Jalan
- DPRD dan Pemkab Undang Perusahaan Migas
- Pariwisata Kaya Potensi, Miskin Strategi
- Foto Pemenang Dinilai Belum Sesuai Kriteria
- Tim Koordinasi Indentifikasi Pajak Perusahan Migas
- Anggota DPRD Mengaku Diteror
- Gerindra Siapkan Speadboat Ambulance


