Jumat01182013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas 2013, Distanhut Fokus Sayur-sayuran

2013, Distanhut Fokus Sayur-sayuran

ANAMBAS (HK)- Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) tahun 2013 mendatang akan lebih memfokuskan pengembangan tanaman jenis sayur-sayuran di tiga kawasan yakni Pulau Siantan, Matak dan Jemaja.

Demikian dikatakan Kabid Ketahanan Pangan Distanhut KKA, Zarrin Mastur, Kamis (13/12).

" Peningkatan tanaman sayur-sayuran di Anambas penting kita lakukan, sejalan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap tanaman tersebut saat ini dan di masa datang," kata Zarrin.

Selama ini, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan sayur-sayuran masyarakat Anambas, didatangkan dari luar. Sehingga tidak heran jika harga sayur tersebut lebih tinggi dibandingkan daerah lain, terutama dari daerah pemasok seperti Batam dan Tanjungpinang.

" Kedepan, melalui peningkatan tanam jenis sayur-sayuran dapat menurunkan harga sayur di daerah ini. Disamping itu, kita juga mengharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga dari para petani itu sendiri, termasuk pemanfaatan lahan kosong untuk menjadikan lahan yang produktif bagi masyarakat di daerah ini," ungkapnya.

Zarrin belum bisa menyebutkan secara rinci berapa hektar luas lahan yang akan dikembangkan untuk lahan pertanian jenis sayur-sayuran tersebut, karena masih dalam pendataan oleh masing-masing petugas lapangan di Distanhut KKA.

" Angka pasti berapa hektar luas lahan itu masih kita data, kemudian kita ajukan usulan ke DPRD Kabupaten Anambas untuk pengesahannnya," tambah Zarrin.

Selain jenis tanaman sayuran, Zarrin juga menyebutkan bahwa dinas yang digelutinya ini akan melakukan pengembangan tanaman jenis kakao (coklat). Tanaman tersebut dilakukan di sela lahan tanaman kelapa yang selama ini dikelola oleh masyarakat seluas 50 hektar, tersebar di beberapa kecamatan.

" Dari jenis tanaman coklat itu diharapkan masyarakat juga dapat menikmati hasilnya untuk dikelola atau dijual ke daerah lain. Kita juga sudah mendapatkan penampungan bagi tanaman coklat itu di Batam," katanya.

Untuk jenis tanaman padi, Zarrin menyebutkan bahwa produksi padi di daerah ini masih relatif kecil akibat kondisi geografis lahan tanah serta cuaca di wilayah ini yang kurang mendukung untuk pertumbuhannya.

“ Wilyah kita hanya memiliki produksi padi yang cukup kecil dibandingkan lahan di Pulau Jawa, termasuk di wilayah penghasil padi lainnya di tanah air. Sementara kebutuhan masyarakat kita besar, sekitar 5 ribu ton per tahun, sehingga 90 persen kebutuhan beras terpaksa kita datangkan dari luar," ucapnya.

Kendati demikian, pihak Dishutbun Kabupaten Kepulauan Anambas akan terus berusaha mencarikan jalan keluar terbaiknya bagi petani di daerah ini.

“ Disamping padi, di daerah kita juga kaya akan pangan lokal seperti sagu, sukun dan ubi,” ungkapnya.

Mengenai pangan lokal tersebut, Distanhut juga mengambil sikap alternatif memberdayakan pangan lokal untuk dijadikan panganan pokok bagi masyarakat daerah ini.

Hingga kini, Distanhut KKA juga sudah merencanakan beberapa program untuk mendukung rencana tersebut, termasuk melalui pagelaran event khusus seperti lomba cipta menu dari bahan tersebut dari beberapa kelompok masyarakat, termasuk pihak PKK di Kabupaten Kepulauan Anambas (nel).


Related news items:
Newer news items:
Older news items: