Jumat01042013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Bangkitkan Makanan Tradisional

Bangkitkan Makanan Tradisional

Share

HUT PKK Desa Telok Siantan ke-7

ANAMBAS (HK)- Memperingati hari jadi tim penggerak PKK Desa Teluk Siantan Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas yang ke 7, diselanggarakan kegiatan lomba memasak makanan tradisional Anambas.

Lomba tersebut selain untuk melestarikan masakan khas tradisional daerah setempat, juga untuk mengembangkan masakan tradisional, agar dapat dirasakan untuk anak cucu serta menjadi salah satu daya tarik wisawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Anambas nantinya.

"Perlombaan ini lebih kepada untuk mengembalikan dan mengingatkan kita pada tradisi lama, yang harus dilestarikan,"kata Deni Saputra, Kades Teluk Siantan Belum lama ini.

Uniknya dalam perlombaan itu, kata Deni, selain memperlombakan makanan khas yang dibuat juga bahan bakunya adalah sagu. Makanan yang dibuat antara lain mie tiau, lakse, bubur delima, empek-empek, dan lainnya.

"Kenapa sagu yang dijadikan bahan baku, karena dulunya masyarakat sering makan sagu, seperti tompek embol,"jelasnya.

Menurut Deni, makanan yang dibuat dan diperlombakan ini dilelang dan dibeli masyarakat, selain dilombakan, jadi dapat masukan kas ibu-ibu PKK desa, sehingga menjadi salah satu pemasukan kas desa yang direncanakan secara kontinyu. Kegiatan ini akan dilaksanakan dua tahun sekali.

"Kegiatan ini telah dua kali dilaksanakan, tapi setelah itu hilang, dan saat ini dihidupkan kembali. Pada hal kegiatan-kegiatan seperti ini dapat meningkatkan perekonomian masyakat itu sendiri."jelasnya.

Untuk saat ini, lanjut Deni, Program PKK desa lainnya seperti melaksanakan kebersihan lingkungan, dan untuk desa Teluk Siantan sendiri ini menjadi yang utama, menata dan membersihkan lingkungan, sesuai visi dan membangun serta membuat desa itu lebih indah. Terpenting lagi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.

"Untuk saat ini Seminggu sekali PKK sendiri melaksankan kegiatan keagamaan, langkah ini dilaksanakan generasi muda tetap berjalan pada norma agama karena sebagai daerah yang berkembang. Tentunya kegiatan seperti ini patut didukung, baik berupa ide maupun dukungan dana. Saat ini, PAUD juga masih dikelola dari ibu-ibu PKK, dengan harapan kegiatan ini terus berjalan dengan baik,"tandasnya.(yud)


Newer news items:
Older news items: