Demikian disampaikan Perwira kapal KM Bukit Raya, Usman kepada Haluan Kepri, Kamis (27/12). Selanjutnya, KM Bukit Raya akan berlayar dengan rute barunya yakni, di wilayah perairan Kalimantan dan sekitarnya. Diantaranya, Nunukan, Kumai, Tarakan, dan sejumlah pelabuhan lainnya di Kalimantan yang akan disinggahinya.
"Pelayaran KM Bukit Raya ke Anambas kali ini merupakan terakhir kalinya. Pelayaran ke depan digantikan dengan KM Binaiya," jelas Usman.
Hanya saja, Usman belum bisa memastikan, kapan KM Binaiya memulai melayani masyarakat Anambas. Jika tidak ada perubahan, kata Usman, KM Binaia akan bersandar di Tarempa paling lama, Minggu (06/13) mendatang. Sedangkan untuk ukuran kapal sendiri, KM Binaia lebih kecil jika dibandingkan dengan KM Bukit Raya.
"Setahu saya, ukuran kapal pengganti ini lebih kecil sedikit, dibandingkan KM Bukit Raya. Namun untuk jenis kapal sendiri sama bentuknya," ujarnya.
Senada dengan Usman, Plh Syahbandar Tarempa, Darlis mengatakan, untuk rute selanjutnya pelayaran kapal Pelni KM Bukit Raya tujuan Tarempa akan digantikan oleh KM Binaiya.
"Informasi yang kita terima, ke depan KM Binaiya yang akan menggantikan pelayaran ke Anambas,"tutur Darlis.
Darlis mengaku tidak tahu secara pasti, penyebab adanya pergantian rute pelayaran KM Bukit Raya dan digantikan dengan KM Binaiya tersebut.
Perubahan rute pelayaran KM Bukit Raya ini, sempat membuat Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Amat Yani sempat geram. Karena akibat dari perubahan tersebut, otomatis para calon penumpang akan terlantar. Apalagi saat ini memasuki musim liburan Hari Raya Natal 2012 dan Tahun Baru 2013.
"Harusnya perubahan rute itu tidak dilakukan secara mendadak begitu. Karena ini akan membawa dampak kepada penumpukkan penumpang. Apalagi saat ini musim liburan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2013. Tentu ada yang ingin berangkat maupun akan pulang ke Anambas," kata Amat Yani.
Anambas sendiri Lanjut Yani memang memiliki transportasi lain seperti pesawat dan fery cepat, namun pada saat musim utara tentunya fery VOC Batavia dan sevenstar juga tidak berlayar. Tentunya harapan hanya pada pesawat udara. Dengan pesawat yang hanya memuat 48 penumpang tentu tidak akan mencukupi.
"perlu diingat tidak semuanya masyarakat mampu membeli tiket pesawat,"jelasnya.(yud)
- Penumpang SKY Pertanyakan Dana Kompensasi
- Polsek Matak Amankan 13 Motor Balap Liar
- Pengelolaan Sampah Dianggarkan Rp1,8 M
- Aktivis Dukung Keterwakilan Perempuan 2014
- Pemkab Berikan Alat Musik
- Pasar Tradisional Belum Diminati
- CSR dan Program Daerah Perlu Sinergi
- Naik 16 %, APBD Anambas 2013 Rp1,296 T
- Pelantikan Dirut Perusda Batal
- Bangkitkan Makanan Tradisional
- Asisten III Lantik Kades Liuk dan Teluk Sunting
- KKA Sumbang Kendaraan Operasional
- Pengerjaan Proyek Fisik 65%
- Pemkab Anambas Bantu 6 Sepeda Motor Kendaraan Operasional
- Augus Lantik Kades Liuk dan Teluk Sunting
- BLH Tingkatkan Kiberja Operasional
- Pebalap Anambas Raih Prestasi Nasional


