"Selama ini program CSR berjalan sendiri-sendiri, parsial dan belum dapat dikapitalisasi secara serius dan terfokus untuk menunjang pembangunan. Padahal, potensi CSR sangat strategis untuk menutup jurang program yang ada," kata Mohamad Abdi Government Specialist DFW-Indonesia, Jumat (28/12).
Menurut Abdi, menu program CSR di KKA selama ini terbatas pada bidang Lingkungan, Pendidikan, Sosial dan Ekonomi. Menu tersebut sebenarnya sejalan dengan prioritas daerah yang juga fokus pada pembangunan ekonomi (pemberdayaan masyarakat) dan Sosial (pendidikan).
"Namun karena kurangnya koordinasi, sehingga program yang dilakukan oleh CSR seolah-olah tidak terhitung sebagai input bagi pembangunan," paparnya.
Dikatakannya, pemetaan program CSR selama ini tidak pernah dilakukan oleh Pemda. Sehingga terkesan terjadi tumpang tindih dan ketiadaan sinergitas. Misalnya, bidang pendidikan dengan adanya kegiatan pemberian beasiswa oleh Pemda dan CSR terdapat potensi penerima ganda dan data base penerima beasiswa yang sulit didapatkan.
"Sementara itu pada bidang pemberdayaan masyarakat, beberapa kisah sukses kegiatan CSR seperti pengembangan koperasi masyarakat, sangat sulit di adopsin oleh kebijakan Pemda untuk mereplikasi atau memberikan akses program yang lebih luas bagi pengembangan usaha," ujarnya.
Untuk mengantispasi dan lebih mengarahkan keterpaduan program daerah dan program CSR private sektor, kata Abdi, perlu dibuat mekanisme koordinasi program agar inisiatif lebih terarah, terhitung dan terkapitalisasi secara nyata dalam pembangunan daerah. Mekanisme koordinasi ini bisa dalam bentuk forum kemitraan kerjasama atau apapun namanya dimana keanggotaannya dapat mewakili kepentingan semua pihak.
"Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah sharing dan tukar menukar informasi program, memformulasi serta mengintegrasikan inisiastif CSR dengan program pembangunan daerah," tukasnya.
Bagi perusahaan, kata Abdi, forum ini dapat dimanfaatkan untuk mengkomunikasikan segala bentuk kebijakan, program, rencana dan persyaratan CSR yang akan dilaksanakan sehingga bisa mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat. (yud)
- Tangkapan Ikan Anambas Capai 1 Juta Ton
- Type Layan Puskesmas Tarempa Ditingkatkan
- IPSI Anambas Seleksi Atlit Antar Kecamatan
- Masyarakat Pulau Temawan Panen Benih Ikan Napoleon
- Desa Air Bini Butuh Perbaikan Jalan
- Bermain Layang-Layang di Musim Utara
- Sambut Tahun 2013, Bupati Ajak Introspeksi Diri
- Penumpang SKY Pertanyakan Dana Kompensasi
- Polsek Matak Amankan 13 Motor Balap Liar
- Pengelolaan Sampah Dianggarkan Rp1,8 M
- KM Bukit Raya Ganti Rute Pelayaran
- Tujuh PSK Terinfeksi HIV
- Naik 16 %, APBD Anambas 2013 Rp1,296 T
- Pelantikan Dirut Perusda Batal
- Bangkitkan Makanan Tradisional
- Asisten III Lantik Kades Liuk dan Teluk Sunting
- KKA Sumbang Kendaraan Operasional
- Pengerjaan Proyek Fisik 65%
- Pemkab Anambas Bantu 6 Sepeda Motor Kendaraan Operasional
- Augus Lantik Kades Liuk dan Teluk Sunting


