"Pada tahun ini, Pemkab Anambas ada wacana akan membangun puskesmas di Tarempat. Ini menjadi typenya seperti rumah sakit," kata Wakil Bupati KKA, Abdul Haris, dalam kunjungan kerjanya dengan meninjau kesiapan pembangunan Puskesmas di Matak, Kamis (3/1)
Dalam kunjungan Wabup KKA tersebut, didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) KKA, Yendi bersama Kabid P2PL, Islam Malik dan Kepala Puskesmas Matak, Drg Deswita Ali beserta seluruh stafnya.
Menurut Haris, dampak dari pada antusias masyarakat untuk berobat menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di puskesmas, dari waktu ke waktu kian padat. Hal ini juga sejalan peningkatan jumlah penduduk, khususnya di Tarempa, Kecamatan Siantan maupun dari luar kecamatan menjadikan tumpuan untuk berobat di Puskesmas tersebut.
"Oleh karena itu, tahun 2013 Pemkab Anambas telah menganggarkan untuk penambahan perluasan bangunan puskemas dari lebar maupun panjanganya, sesuai perencanaan.Usaha tersebut untuk menambah kamar penginapan bagi pasien yang membutuhkan rawat inap di Puskesmas, termasuk penambahan ruang medis lainnya, menyangkut pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ungkapnya
Dikatakan, selain Puskesmas di Siantan, Pemkab Anambas juga sudah menyediakan puskesmas disetiap kecamatan di daerah ini. Namun, kondisi penduduk yang cukup padat di daerah Siantan, sehingga mutu pelayan serta kondisi fisik bangunan juga perlu ditingkatkan sebagaimana yang diharapkan.
"Kondisi Anambas yang sebagaian besar terletak di wilayah pesisir, ditambah cuaca, terutama pada musim utara saat ini, sehingga banyak masyarakat yang mengalami berbagai penyakit, berupa demam dan sebagainya. Sementara kesadaran masyarakat bila mendapatkan suatu penyakit untuk berobat ke puskesmas saat ini juga sudah mulai meningkat.
Atasi Penularan HIV/AIDS
Terkait masalah peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terkena penyakit HIV AIDS di Puskemas tersebut, Haris menyebutkan, bahwa hal itu merupakan sudah suatu keharusan bagi pemerintah, sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku dengan membentuk wadah yang disebut dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).
Sebagai daerah baru di KKA, maka perlu adanya bentuk pelayanan pemeriksaan dini di klinik yang tersdia di puskesmas. Hal itu berguna untuk mengetahui, apakah kondisi pasien tersebut ada mengidap penyakit HIv AIDS dimaksud.
Jika memang ada, maka adanya upaya lain yang dilakukan oleh petugas kesehatan di Puskesmas ini dalam bentuk pembinaan mental maupun kepercayaan diri bagi si pasien tersebut. Hal terpenting, guna pencegahan penularan agar penyakit yang sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat tersebut, tidak diderita oleh orang lain nantinya.
"Khusus untuk masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas, Penyakit AIDS tersebut merupakan suatu penyakit yang sangat tabu. Jika di kota-kota lain, mungkin sudah tidak asing lagi, namun bagi daerah ini, penyakit itu sangat memalukan dan dapat menjatuhkan mental bagi si penderita penyakit itu sendiri di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.
Maka sesuai aturan yang berlaku, bahwa disetiap Kabupaten/Kota harus ada yang namananya klinik voulantary clinik testing (VCT) atau klinik tes sukarela. Dan di KKA sendiri, saat ini sudah ada.
Upaya ini, kata dia, merupakan langkah pemerintah dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit HIV/AidS dan penyakit menular seksual (PMS) di Kepulauan Riau yang turut berdampak bagi Anambas sebagai kabupaten terdepan di perbatasan.
"Pemkab Anambas selama ini tetap komit terhadap kesehatan bagi seluruh masyarakat di daerah ini. Salah satu upaya Pemkab saat ini dengan memberikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat. Dengan pengobatan gratis ini, agar dapat mendorong masyarakat untuk berobat ditempat kesehatan yang tersedia, termasuk dalam segi transportasi maupun biaya pengobatan di luar daerah yang sudah ada kerjasamanya ditanggung oleh Pemkab Anambas, seperti rumah sakit di Jakarta, Bandung, Batam, Jokyakata dan Pekanbaru," ucap Wakil Bupati KKA ini.
Sementara Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan KKA, Islam Malik menambahkan, VCT di Puskesmas Tarempa dilaksanakan untuk menyikapi sejak dini terhadap penyakit kelamin dan HIV/AIDS. VCT akan melayani masyarakat tentang IMS dan HIV/AIDS di Anambas, mulai dari konseling, pengobatan dan pemberian motivasi bagi penderita HIV/AIDS.
"Puskesmas Tarempa dipersiapkan sebagai VCT, karena puskesmas ini terletak di pusat kabupaten yang mudah didapatkan masyarakat. Untuk melayani masyarakat tentang HIV/AIDS dalam konseling, pengobatan bagi penderita dan pemberian motivasi bagi penderita HIV/AIDS," katanya.
Tujuan utama dari VCT ini, agar bagaimana masyarakat secara sukarela dalam memeriksakan kesehatan dirinya, terutama bahaya HIV/AIDS. Mengingat penderita HIV sebelum menjadi AIDS merupakan orang yang berbadan sehat dan kuat. Tidak banyak tanda-tanda perubahan fisik yang dibawa, hingga HIV berubah menjadi AIDS yang berujung pada kematian. Karena tidak adanya daya ketahanan tubuh.
"Masyarakat secara sukarela memeriksakan diri ke VCT untuk mengetahui kesehatan dirinya, apakah sudah tertular HIV. Untuk itu, di Klinik VCT petugas memberikan pelayanan berupa konseling, yang akan melayani pertanyaan-pertanyaan masyarakat seputar HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya," ungkap Islam.
Disamping itu, kewaspadaan masyarakat terhadap HIV/AIDS sangat penting, tidak hanya pada pelaku seks bebas tapi juga pada masyarakat yang sehat seperti kaum ibu. Karena kaum ibu berisiko terkena HIV/AIDS, bila suami tertular HIV dari pasangan lain. Untuk itu, hadirnya VCT di Puskesmas Tarempa, disamping memberikan pengobatan juga bagaimana memotivasi penderita HIV/AIDS.
"Pemeriksaan, pengobatan dan pemberian motivasi bagi penderita HIV/AIDS, merupakan layanan yang diberikan di VCT nantinya. VCT dapat melakukan test HIV/AIDS di Anambas, sehingga sampel darah tidak lagi dibawa ke luar tapi sudah bisa dilakukan uji laboratorium di VCT saja,"jelasnya.
Perhatian masyarakat pada merebaknya HIV/AIDS dan PMS di tengah masyarakat, memiliki pandangan yang beragam. Sebagian ada yang dikucilkan, bahkan sebelum jelas pemeriksaan laboratorium sudah ada yang memvonis pasien menderita HIV.
"Memang ada isu yang merisaukan di tengah masyarakat seperti vonis orang menderita HIV/AIDS. Sementara hasil tes laboratorium HIV/AIDS tidak bisa diketahui oleh banyak orang. Terbentuknya VCT akan memberikan informasi yang baik bagi masyarakat tentang HIV/AIDS dan PMS, sehingga tidak lagi berkembang isu-isu yang belum jelas kebenarannya,"ucapnya (Asfanel, Liputan Anambas)
- 9 Calon Ikuti Psikotes
- Nelayan Dilarang Melaut
- Musim Durian Mulai Tiba
- 'Jangan Bawa Kepentingan Pribadi'
- HUT PPP ke-40, Wabup Ikut Bersihkan Masjid
- Hari Ini, Ratusan Masa Demo Terkait Pemilihan Pengurus Perusda Anambas
- Bermain Tali Yeye Usai Sekolah
- Mahalnya Biaya Makan dan Minum di Anambas
- Kominfo Tambah 15 Tower BTS
- LSM GBRAK Bangun Pelantar Pasir Rakyat
- Bermain Layang-Layang di Musim Utara
- Desa Air Bini Butuh Perbaikan Jalan
- Masyarakat Pulau Temawan Panen Benih Ikan Napoleon
- Sambut Tahun 2013, Bupati Ajak Introspeksi Diri
- Pengelolaan Sampah Dianggarkan Rp1,8 M
- Polsek Matak Amankan 13 Motor Balap Liar
- Penumpang SKY Pertanyakan Dana Kompensasi
- CSR dan Program Daerah Perlu Sinergi
- Pasar Tradisional Belum Diminati
- Pemkab Berikan Alat Musik


