"Kondisi alam lautan anambas yang masih terjaga dengan baik, berupa terumbu karang dan hutan bakau yang selalu menghijaukan pantai-pantai di Pulau Anambas, membuat potensi pertumbuhan hasil ikan tangkapan juga semakin besar," Kata Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) KKA, Zukhrin, Rabu (2/1) lalu.
Menurut Zukhrin, sebagai wilayah perairan yang berjejer ratusan pulau, maka Anambas telah menjadi rumah besar bagi berbagai jenis ikan. Karena itu, potensi perikanan tangkap di Anambas bisa mencapai lebih 1 ton per tahunnya.
Meski memiliki potensi ikan yang cukup besar, lanjut Zukhrin, tidak membuat nelayan Anambas mampu menangkap ikan dalam jumlah besar. Hasil tangkapan ikan nelayan di daerah ini setiap tahunnya hanya mencapai sekitar seribu ton per tahun atau 0,15 persen secara nasional.
"Terbatasnya alat tangkap ikan bagi nelayan, menyebabkan hasil tangkapannya juga kurang maksimal. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan nelayan asing dengan cara melakukan pencurian ikan,"ungkapnya.
Jika hasil tangkapan masih dibawah satu persen, kata Zukhrin, ilegal fishing setiap tahunnya di atas sepuluh persen. Sehingga kondisi tersebut tidak seimbang dan hasil tangkapan itu belum bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) secara makasimal.
Dikatakan Zukhrin, dekatnya perairan Anambas dengan negera tetangga yang tidak memiliki sumur ikan, menyebabkan kasus illegal fishing di Anambas pun semakin tinggi.
Masih kata Zukhrin, pemkab sendiri telah membantu nelayan lokal dalam mengelola ikan tangkap. Seperti penyediaan cooll storage store (penyimpanan ikan beku) bagi nelayan untuk mengumpulkan sebelum disetor pada pengumpul.
"Nelayan tangkap dibantu dengan storage sebagai penyimpanan ikan beku. Untuk menampung hasil tangkapan nelayan sebelum dijemput oleh penampung,"ucapnya
Zukhrin mengatakan, untuk berkembang dan dapat mengelola perikanan di Kepulauan Anambas, nelayan butuh pemberdayaan yang lebih baik. Terutama dalam peralatan tangkap untuk kapasitas lebih besar.
Selain itu, sarana pendukung lainnya seperti tempat pelelangan ikan. Agar ikan hasil tangkapan nelayan di Anambas dapat dilelang langsung dalam daerah, sebelum dibawa keluar oleh nelayan nasional yang beroperasi di Anambas. Tentu ini akan meningkatkan PAD.
"Sejumlah Perairan di Anambas memiliki potensi sangat baik bagi pertumbuhan berbagai spesies ikan, termasuk jenis ikan napoleon dan jenis ikan yang bernilai ekonomis lainnya," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, jenis ikan seperti Napoleon menjadi komoditas laut yang menjanjikan. Pasar luar negeri masih terbuka lebar bagi komoditas yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah per ekor.
Ikan napoleon merupakan komoditi utama bagi nelayan di Desa Batu Belah, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Ikan hasil budidaya keramba ini merupakan komoditas ekspor ke Hongkong dengan nilai jual tinggi. (nel)
- HUT PPP ke-40, Wabup Ikut Bersihkan Masjid
- Hari Ini, Ratusan Masa Demo Terkait Pemilihan Pengurus Perusda Anambas
- Bermain Tali Yeye Usai Sekolah
- Mahalnya Biaya Makan dan Minum di Anambas
- Kominfo Tambah 15 Tower BTS
- LSM GBRAK Bangun Pelantar Pasir Rakyat
- Bermain Layang-Layang di Musim Utara
- Desa Air Bini Butuh Perbaikan Jalan
- Masyarakat Pulau Temawan Panen Benih Ikan Napoleon
- Sambut Tahun 2013, Bupati Ajak Introspeksi Diri
- Pengelolaan Sampah Dianggarkan Rp1,8 M
- Polsek Matak Amankan 13 Motor Balap Liar
- Penumpang SKY Pertanyakan Dana Kompensasi
- CSR dan Program Daerah Perlu Sinergi
- Pasar Tradisional Belum Diminati
- Pemkab Berikan Alat Musik


