"Tujuan pembangunan pelantar ini, tidak lain adalah upaya LSM GBRAK untuk membantu dan mensejahterakan masyarakat, khusunya penambang pasir yang ada di Tarempa dan sekitarnya, karena selama ini mereka mengalami kendala, terutama dalam sarana bongkar muat tambang pasir yang telah mereka usahakan selama ini untuk dipasarkan ke masyarakat," kata Ketua LSM GBRAK KKA, Anwar disela-sela goro.
Dikatakan, pelaksanaan pembangunan pelantar muat ini sudah dimulai sejak sepakan lalu. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap oleh 30 anggota kelompok pasir di wilayah ini, setelah mendapat persetujuan dari pihak kelurahan maupun pihak kecamatan setempat.
"Pelantar bongkar muat yang dibuat kelompok pasir ini bertujuan agar tidak menggagu aktivitas jalan yang digunakan masyarakat dipinggiran sungai sugi Tarempa," kata Anwar.
Menurutnya, dana untuk pembuatan pelantar ini diambil dari sakunya sendiri, ditambah sumbangan dari para donatur dan kelompok penambang pasir itu sendiri. Hal ini juga tidak ada campur tangan atau bantuan dana dari pemerintah KKA.
"Pembangunan pelantar ini terpaksa kita lakukan secara bertahap setelah mendapatkan pengumpulan sedit demi sedikit dana yang kita miliki, termasuk dari sumbangan para donatur dan para anggota kelompok itu sendiri,"ungkap Anwar
Diterangkan, panjang pelantar itu sediri nantinya sepanjang 50 meter dengan lebar sekitar 1 meter, sesuai persetujuan dari pihak keluaran dan kecamatan, serta kemampuan dari kelompok penambang pasir maupun usaha yang dilakukan GRAK akhir-akhir ini.
"Kegiatan ini kan positif karena, selain dapat membantu pencarian masyarakat sekitar juga dapat melancarkan aktivitas jalan masyarakat yang hari-hari melalui daerah itu,"katanya
Pesrsatuan Pasir ini beranggotakan 30 orang, adapun pasir yang mereka ambil dari pinggir pantai yang berada diwilayah sekitaran kebun-kebun mereka. Penambang dengan hari-hari bekerja mencari pasir mendapat 1 kubik di jual Rp130 ribu.Untuk cari nafkah penghasilan sehari Rp130 ribu, untuk biaya hidup di Tarempa belum apa-apa.
Selain itu, penambang ini menggunakan pompong kecil, padahal ini sangat berbahaya bagi penambang karena resionya tinggi, bahkan beberapa waktu lalu ada yang meninggal.
Pelantar Bongkar Pasir ini berada di Jalan Tongkol Kelurahan Tarempa ini nantinya sangat dibutuhkan oleh kelompok pasir untuk menghidupkan keluarganya.
"Saya berharap kepada pemerintah memperhatikan ini penambang ini, mereka selain dapat membatu pencarian masyarakat pribumi juga dapat membantu pembangunan daerah. kami cuma minta kepedulian dari pemerintah,"ujarnya.
M Nawi (33), salah seorang anggota kelompok penambang pasir tersebut mengaku salut dan bangga atas upaya dan perhatian yang dilakukan oleh LSM GRAK tersebut dalam mendukung usaha yang dilakukan oleh penambang pasir rakyat selama ini untuk mencari nafkah bagi dirinya dan keluarga.
"Selama ini kami memang agak kesulitan untuk mendapatkan tempat dari hasil pengumpulan pasir yang kami dapati dari berbagai kawasan pantai dan daerah lain yang memiliki potensial adanya pasir untuk dijual ke masyarakat pembelinya untuk salah satu campuran bahan bangunan," ucapnya.
Disebutkan, hasil jual dari usaha tambang pasir tersebut didapat Rp130 ribu per kubik, atau sebanyak 20 hingga 25 karung goni plastik ukuran 50 kilogram. Dari jumlah tersebut, ia hanya bisa bersih mengambil keuntungan untuk dibawa pulang Rp60 ribu.
"Hasil bersih Rp60 ribu tersebut tidak diperoleh setiap hari, melainkan palinkan tergantung kondisi cuaca dan konidisi fisik kita juga dalam mendapatkan pasir itu," ungkapnya.
Ia juga berharap adanya perhatian dari Pemkab Anambas tentang nasib dan kehidupan dari para penambang pasir rakyat di Anambas selama ini. Hal itu mengingat penghasilan dari usaha mereka selama ini tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan keluarga selama ini.
"Selama ini tidak pernah ada perhatian dari Pemkab Anambas terhadap kami. Namun, mau tak mau kami juga harus terus berusaha sendiri untuk menutupi segala kebutuhan keluarga kami apa adanya," imbuh pria mengaku warga asli Anambas ini, (nel).
LSM GBRAK Bangun Pelantar Pasir Rakyat
- Sabtu, 05 January 2013 00:00
ANAMBAS (HK) - Guna mempermudah sarana pengangkutan bongkar muat pasir rakyat, bagi warga Persatuan Penambang Pasir Tarempa melakukan gotong royong pembuatan pelantar bongkar di Pinggiran Sungai Sugi Tarempa. Kegitan tersebut merupakan buah tangan dan dukungan penuh dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Bahari Anak Kepulauanan (GBRAK) Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (4/1).




