Kepala Dinas Kominfo KKA, Khairul Syahdat mengatakan, diantara ke 15 tower BTS tersebut 10 BTS diantaranya merupakan bantuan dari dana APBN melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Kemenkominfo pusat, dan 4 BTS lainnya berasal dari dana APBD Kabupaten Kepulauan Anambas serta 1 BTS profeder.
"Dengan adanya penambahan sebanyak 15 tower BTS tersebut, maka nantinya akan terdapat sebanyak 27 tower BTS yang terpasang dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas," kata Khairul, Jum'at (4/1).
Menurutnya, pelaksanaan penambahan BTS di daerah tersebut, merupakan salah satu upaya atau dukungan dari pemerintah pusat, termasuk Pemkab Anambas sendiri untuk mempermudah jangkauan jaringan komunikasi bagi masyarakat di daerah ini.
“Akses jaringan komunikasi tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, sekaligus salah satu upaya untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah KKA," ungkapnya.
Dikatakan, kebutuhan informasi bagi masyarakat Anambas sangat penting, karena melalui informasi inilah yang dapat membuka tiap desa dari keterisoliran. Tentunya sangat disayangkan bila Anambas yang telah diprogramkan oleh pusat, tapi program tersebut tidak dapat difungsingkan. Sementara Anambas tetap terisolir dengan kepulauannya yang tersebar, dan daerah yang luas.
Disamping itu, kondisi wilayah Anambas yang berbatasan dengan beberapa negara tetangga, sangat dibutukan apa bila terjadi pencurian sumber daya yang dilakukan oleh pihak asing dengan masuk ke wilayah ini secara diam-diam.
“Informasi sangat dibutuhkan. Hanya informasi yang akan membuka keterisoliran Anambas. Sekarang pada titik yang telah dipasang program Desa Berdering termasuk kebutuhan jaringan internet bagi masyarakat di KKA sendiri," ucapnya.
Sebagai langkah agar Anambas terbebas dari keterisoliran informasi, maka Pemkab membangun tower sendiri di daerah-daerah terpencil terutama di pusat kecamatan dengan menggandeng operator seluler yang bisa menempatkan antena.
Penambahan tower BTS di Anambas pada tahun ini, merupakan angin segar bagi masyarakat Anambas dari pemerintah pusat serta menghindari ancaman nelayan asing yang menjarah hingga ke daratan. Selain itu, hadirnya petugas pemasang peralatan beberapa jaringan telekomunikasi di daerah ini menumbuhkan harapan dan kemajuan baru pula bagi daerah ini.
“Harapan kita, penambahan jaringan BTS baru tersebut dapat pula memperlancar jaringan akses komunikasi, termasuk internet di beberapa wilayah di Anambas yang selama ini sulit mendapatkan jaringan tersebut," ucap Roni, salah seorang warga Anambas.
Dikatakan, Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki lima wilayah kecamata yakni Siantan Timur, Siantan Selatan, Palmatak, Jemaja dan Jemaja Timur merupakan pulau-pulau terluar. Dibeberapa wilayah ini juga sering terjadi kasus ilegal fishing yang dilakukan oleh nelayan asing.
Namun dengan adanya kelancaran jaringan komunikasi,maka diharapkan para pelaku kejahatan pencurian ikan tersebut juga dapat segera ditindak oleh aparat terkait, baik melalui informasi masyarakat maupun kegiatan patroli rutin oleh petugas bersangkutan melalui jaringan GPS maupun sarana komunikasui lainnya, (nel)
- HUT PPP ke-40, Wabup Ikut Bersihkan Masjid
- Hari Ini, Ratusan Masa Demo Terkait Pemilihan Pengurus Perusda Anambas
- Bermain Tali Yeye Usai Sekolah
- Mahalnya Biaya Makan dan Minum di Anambas
- IPSI Anambas Seleksi Atlit Antar Kecamatan
- Type Layan Puskesmas Tarempa Ditingkatkan
- Tangkapan Ikan Anambas Capai 1 Juta Ton
- Bermain Layang-Layang di Musim Utara
- Desa Air Bini Butuh Perbaikan Jalan
- Masyarakat Pulau Temawan Panen Benih Ikan Napoleon
- Sambut Tahun 2013, Bupati Ajak Introspeksi Diri
- Pengelolaan Sampah Dianggarkan Rp1,8 M
- Polsek Matak Amankan 13 Motor Balap Liar
- Penumpang SKY Pertanyakan Dana Kompensasi


