Sabtu06232018

Last update05:00:00 AM

Back Anambas Mahalnya Biaya Makan dan Minum di Anambas

Mahalnya Biaya Makan dan Minum di Anambas

ANAMBAS (HK) - Bagi warga pendatang baru di Kabupaten Kepulauan Anambas, jangan terkejut jika harga makanan dan minuman yang disajikan disejumlah warung kopi yang mereka pesan dan dibayar, khususnya di Tarempa sebagai ibu kota kabupaten termuda di Provinsi Kepri ini, jauh melebihi harga makanan dan minuman di Tanjungpinang maupu Batam.

Hal ini bisa dirasakan, untuk harga semangkok mie instan atau secangkir kopi atau teh manis (Teh o) saja misalnya, hargannya bisa mencapai dua kali lipat atau naik 100 persen dibandingkan harga di daerah lain di Kepri. Begitu juga dengan jenis makanan dan kebutuhan pokok masyarakat lainnya.

"Di daerah lain, harga semangkok mie instan hanya berkisar Rp5 ribu dan kopi o Rp3 ribu. Tapi di sejumlah warung kopi di daerah ini harganya kenapa bisa dua kali lipat dari Rp5 ribu jadi Rp10 ribu atau kopi o Rp3 ribu jadi Rp5 ribu. Bahkan bisa juga lebih dari kedai kopi lain," ucap Rahmat, warga asal Tarempa ini kemaren.

Sejauh ini, Rahmat sendiri tidak begitu jelas alasan kenapa harga makan minum termasuk sejumlah kebutuhan pokok di daerah ini bisa jauh melebihi dari daerah lain di dalam provinsi yang sama, yakni Provinsi Kepri.

“Di daerah ini semuanya serba mahal. jika tidak percaya coba saja sendiri," ungkapnya.

Pantaun di lapangan, kendati harga makan dan minuman di daerah ini cukup tinggi, namun sejumlah warung kopi atau kedai makanan yang ada, selalu dipadati sejumlah pengunjungnya yang hanya sekedar duduk dan berbincang dengan kerabat atau rekan mereka satu meja, terutama pada pagi hari dan jam istirahat perkantoran.

Dari beberapa warung makanan yang sempat disinggahi, tidak kurang dari Rp20 ribu untuk satu orang, bahkan hingga Rp70 ribu untuk sekali makan dengan dua orang dengan lauk ikan dan secangkir teh es atau hanya dengan air putih saja.

"Disini memang semuanya serba mahal bang, jika tidak pandai berhemat, mungkin gaji sebulan untuk pegawai atau pekerja biasa seperti kita-kita ini, tidak akan cukup," ucapnya

Suasana dan harga juga hampir sama dengan kedai kopi atau warung makan laiannya dengan rasa yang tidah jauh dibadingkan dengan daerah lain.

Disamping harga makanan dan minuman tersebut, yang tidak kalah jauh naik harganya terhadap sewaatau kontrak ruko atau kos-kosan untuk tempat tinggal. Untuk sewa ruko saja bisa mencapuai Rp200 ribu per tahun. Sedangkan untuk sewa kamar kos saja bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1,200 per bulan dan jika dikalikan setahun bisa mencapai puluhan juta untuk kelas rumah yang hanya terbuat dari kayu atau semi permanen.

"Sewa kamar saya saja satu bulan Rp700 ribu, dan saya terpaksa mengajak kawan lain untuk bisa sedikit meringankan biaya sewanya," ucap pria pekerja swasta ini (nel)

Share