Dalam permainan Yeye tersebut ada yang dilakukan secara berpasangan atau perorangan. Diantara mereka yang bertugas memegang tali karet, kemudian saling bergantian bermain, jika diantara mereka melakukan kesalahan atau tidak bisa melakukan urutan salah urutan permainan.
Tinggi tali karet dimulai dari selutut, kemudian naik ke pinggang, naik lagi ke pusar perut, naik ke bahu, naik lagi ke kepala, naik setengah dan sejengkal dari pangkal kepala dan jari kelingking menyentuh tali karet, sampai istilah merdeka setelah salah satu kelompok tersebut selesai melalui urutan permainan tanpa kesalahan.
Begitu gemarnya mereka bermain Yeye, hingga pergi ke sekolah diantara membawa ada yang membawa tali karet dan memainkannya saat jam istirahat di halaman sekolah atau dilingkungan perkarangan salah satu rumah mera atau ditempat yang mereka anggap aman dan nyaman bermain bersama sambil tertawa-tawa.
Tak peduli dengan memakai seragam SD yang masih terpasang, mereka melompati karet dan melewati sejumlah tahapan permianan.
Permainan ini seperti yang terlihat dari sekolompok anak perempuan berseragam SD, disalah satu kawasan halaman Mesjid Raya, Terempa, Sabtu (5/1).
Lokasi yang aman dan nyaman, membuat mereka mungkin lupa akan pulang ke rumah lebih dulu, sepulang dari sekolah tempat mereka belajar dengan bermain permainan tradional yang tidak perlu mengeluarkan biaya, seperti jenis permaian game dengan PS atau komputer di warnet, seperti sebagian anak-anak SD dan SMP di kota Tanjungpinang dan Batam atau kota-kota lainnya.
Meri, salah satu anak perempuan salah murid SD ini mengaku senang dengan permainan Yeye yang ia lakukan bersama teman-teman sebaya dan satu sekolah dengannya. Dalam permainan tersebut, tidak jarang ia sering tidak bisa melewati salah satu tahapan permainan Yeye berikutnya.
Akibatnya, ia dan teman satunya lagi terpaksa harus bergantian memegang tali karet dari tangan temannya yang lain.
"Agak susah om, lompati karetnya," ucap bocah perempuan kelas 5 SD ini sambil tertawa bersama teman-temannya yang lain.
Menurutnya, permainan Yeye ini biasa dilakukan usai pulang sekolah sekitar setengah jam sebelum pulang kerumahnya. Hal itu juga sudah diketahui oleh orang tuanya, karena rumah dan jarak ia bermai Yeye juga tidak jauh dari rumahnya.
Disinggung masalah rangking pelajaran di sekolah, ia mengaku pada semester lalu termasuk lima besar dari teman-temannya sekelas.
"Cuma dapat rangking lima aja om," imbuh bocah SD memakai kerudung ini (asfanel)
- Bupati Serahkan DIPA ke SKPD
- Anambas Harus Punya Mapolres
- Gelombang Tinggi, Nelayan Tidak Melaut
- Bupati Bantah Jual Beli Jabatan
- Penangkar Bibit Penyu Butuh Perhatian Pemda
- Pelantikan Direksi Perusda Ditunda
- 9 Calon Ikuti Psikotes
- Nelayan Dilarang Melaut
- Musim Durian Mulai Tiba
- 'Jangan Bawa Kepentingan Pribadi'
- LSM GBRAK Bangun Pelantar Pasir Rakyat
- Kominfo Tambah 15 Tower BTS
- IPSI Anambas Seleksi Atlit Antar Kecamatan
- Type Layan Puskesmas Tarempa Ditingkatkan
- Tangkapan Ikan Anambas Capai 1 Juta Ton
- Bermain Layang-Layang di Musim Utara
- Desa Air Bini Butuh Perbaikan Jalan
- Masyarakat Pulau Temawan Panen Benih Ikan Napoleon
- Sambut Tahun 2013, Bupati Ajak Introspeksi Diri
- Pengelolaan Sampah Dianggarkan Rp1,8 M


